Sejumlah Sekolah Terapkan Strategi Atasi Kekurangan Peserta Didik Baru

SMPN 32 Banjarmasin yang hingga kini masih kekurangan peserta didik baru

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Terdata sampai saat ini ada 17 SMPN di Banjarmasin yang kekurangan peserta didik baru usai Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) ditutup pada 18 Juni 2025 lalu.

Mengatasi hal tersebut, Dinas Pendidikan Banjarmasin kembali membuka pendaftaran melalu jalur offline untuk 17 SMPN di Banjarmasin yang kekurangan siswa tersebut mulai dari 23 Juni hingga 1 Juli mendatang.

Salah satu sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik baru tahun ini adalah SMPN 32 Banjarmasin.

Disampaikan Kepala SMPN 32 Banjarmasin, Suriasa, salah satu alasan mengapa pihaknya kekurangan siswa lantaran sekolahnya tersebut berada di wilayah pinggiran kota.

“Yang mendaftar online ada 21 siswa dan offline 2 siswa, jadi sampai saat ini ada 23 peserta didik baru,” ucapnya. Rabu (25/6/2025).

Menurutnya, sekolah sudah menyediakan kuota sebanyak 96 siswa atau tiga rombongan belajar (rombel) pada tahun ajaran baru 2025/2026.

Selain karena sekolahnya yang dianggap jauh, kurangnya jumlah anak lulusan SD di wilayah itu juga dinilai menjadi faktor kurangnya jumlah pendaftar di SMPN 32.

“Karena itu kami meminta sekolah-sekolah yang telah terpenuhi kuotanya, agar mengarahkan peserta didik baru mendaftar ke SMPN 32 selama jalur offline dibuka,” terangnya.

Baca Juga Sekolah Rakyat Kalsel Terima 225 Peserta Didik Dari Keluarga Berpenghasilan Rp1,5 Juta Per Bulan

Baca Juga Rencana Sekolah Gratis dari Pemerintah Pusat, Disdik di Daerah Belum Menerima Juknis

Tak hanya di SMPN 32, salah satu sekolah yang berada di Kecamatan Banjarmasin tengah yakni SMPN 10 juga mengalami hal serupa.

Sejak dibukanya SPMB online, SMPN 10 Banjarmasin menyediakan kuota sebanyak 224 siswa. Namun hingga ditutup pendaftar hanya ada 90 siswa baru.

Senada dengan SMPN 32, kekurangan peserta didik baru juga terjadi di SMPN 10 Banjarmasin. Sekolah yang berada di wilayah Banjarmasin Tengah itu, hanya mendapatkan 90 peserta didik baru saat SPMB secara online dibuka.

“Kita menyediakan kuota siswa baru untuk 8 rombel, tapi hanya 90 orang peserta didik baru yang mendaftar saat SPMB online,” tutur Kepala SMPN 10 Banjarmasin, Syahrida.

Kendati demikian ia meyakini melalui jalur pendaftaran offline ini kuota yang masih cukup banyak tersebut bisa terpenuhi.

“Kita perkiraan dengan jalur offline akan bertambah sampai 150 peserta didik baru,” bebernya.

Untuk memenuhi hal tersebut Syahrida mengakui sudah memiliki strategi untuk bisa menggaet peserta didik baru di sisa kuota siswa di sekolahnya.

Strategi tersebut yakni meggencarkan promosi melalui media sosial untuk menarik minta peserta didik baru mendaftar di SMPN 10 Banjarmasin.

“kita lakukan promosi lewat media sosial selama jalur offline ini dibuka,” pungkasnya.(fachrul)

Editor : Amran