Sebanyak 50 Pengguna Jalan di Kawasan Adhyaksa di Swab Antigen, 1 Orang Positif

Pengendara yang Melintas di Jalan Adhyaksa di Sawb Antigen oleh Petugas Gabungan

Disamping itu, Sahmi (26) seorang warga Kota Banjarmasin yang juga terjaring operasi saat melintas di Jalan Adhyaksa. Sempat menolak untuk di Swab Antigen oleh petugas, karena ia memiliki KTP berdomisili Banjarmasin.

“KTP saya Banjarmasin, tapi tadi terjaring hanya karena menggunakan Plat luar daerah,” ujarnya.

Setelah diberi pemahaman oleh petugas, Sahmi kemudian bersedia untuk di Swab Antigen di pos PPKM Level IV Bundaran Kayutangi.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan sebelumnya memang mengetahui selama PPKM Level IV memang ada penyekatan, tapi tidak tahu kalau dilakukan Swab. Hal ini menurutnya justru membuat pengguna jalan kebingungan.

“Saya harap jika memang seperti ini lagi ada sosialisasi yang lebih masif dari petugas agar masyarakat tidak salah paham dan menimbulkan kebingungan,” harapnya.

Kendati demikian, dengan kegiatan tersebut ia menilai memang bagus dan mendukung. Karena memiliki kepentingan untuk masyarakat dalam menekan penularan Covid-19.

“Tinggal sosialisasinya saja yang lebih masif,” ungkapnya.

Kapolsek Banjarmasin Utara, Kompol Indra Agung Perdana Putra melalui Kanit Samapta, Iptu Iwan Hari atau Perwira Pengendali (Padal) Pos PPKM Level IV Bundaran Kayutangi mengatakan, operasi yustisi atau penyekatan kali ini dilakukan yang disertai dengan Swab Antigen terhadap pengguna jalan.

“Jadi ada 50 pengguna jalan yang dilakukan swab Antigen dan 1 orang yang didapati positif. Dari kegiatan yang dilakukan kurang lebih 1 jam 30 menit,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait 1 orang yang kedapatan positif setelah di Swab Antigen, ia telah diarahkan oleh Dinas Kesehatan untuk melakukan Tes PCR di Rumah Sakit Ansari Saleh.

“Kemudian akan diteruskan oleh Puskesmas di wilayah ia tinggal,” imbuhnya.

Adapun mayoritas yang terjaring operasi pada malam ini, dikatakannya adalah pengguna jalan yang menggunakan plat kendaraan bermotor di luar Kota Banjarmasin.

“Dan dihentikan secara acak dalam pelaksanaan ini,” tuturnya.

Terkait kegiatan tersebut dilakukan pada malam hari, ia menjelaskan karena waktu itu mobilisasi aktivitas masyarakat terhitung lumayan tinggi.

“Kedepannya kemungkinan kegiatan ini akan terus berlanjut guna menekan angka penularan Covid-19 di Kota Banjarmasin,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi