Religi  

Sabar itu Lebih Baik dari Pemberian Harta

Menjaga sabar menjadi ciri orang beriman.
Menjaga sabar menjadi ciri orang beriman.

HAKIKAT hidup di dunia hanyalah tempat ujian. Jadi, menjalani kehidupan selalu ada yang namanya cobaan, apapun bentuknya.


Oleh karena itu manusia dituntut memiliki kesabaran. Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT, sabar dalam menjauhi maksiat kepada-Nya, maupun sabar dalam menjalani ketentuan atau takdir dari Sang Pencipta.

Sabar adalah suatu sikap mengendalikan diri, menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh.

Sekalipun mendapat cobaan dengan hidup miskin. Sebab, Nabi Muhammad SAW berharap lahir miskin, karena umat yang paling banyak menghuni surga adalah orang miskin.

Hal itu disampaikan Ustad Rahmad Faujan pada tausiah usai sholat subuh berjamaah Masjid Al Furqan, Jalan Bumi Mas, Banjarmasin Timur, Sabtu (23/2/2018).

Menjaga sabar bukanlah suatu yang mudah. Tapi siapa yang berusaha sabar maka dia akan mendapat sabar.

Untuk memperoleh jadi orang memerlukan proses, tahapan sebagai berikut
1. Berdoa pada Allah.
2. Latihan sabar. Misalnya mau marah duduklah dan ambil wudhu, serta diam sambil berzikir.

Menurut Ustad, sifat sabar adalah pemberian Allah yang tidak bisa dibandingkan dengan pemberian harta yang lain.

Ia mencontohkan, ada salah satu sahabat Rasulullah bernama shoheh yang terkenal dengan bidikan anak panah. Ketika itu dicegat berhijrah masuk ke Madinah, beliau memilih sabar dan menyerahkan harta pada kaum Quraisy agar bisa masuk.

Beliau menyerahkan harta itu lewat zikir dan menurunkan rasa egonya. Itulah bentuk kesabaran.

Sifat orang yang beriman adalah ketika orang dapat nikmat bersyukur dan bila dapat musibah maka tabah dan bersabar.

Sementara, bentuk kekufuran nikmat pada Allah ketika diberikan nikmat maka digunakan minum minuman dan berpesta pora. (*)

Oleh : H Sukhrowardi (Gerakan Sholat Subuh Berjamaah)
Editor : Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.