BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kondisi banjir rob yang disebabkan tingginya pasang air laut, berdampak tergenangnya air di sejumlah jalan di Kota Banjarmasin.
Namun kurun waktu beberapa hari terakhir, kondisi tersebut sudah berangsur mengalami penurunan.
Sebelumnya, sebagaimana prediksi Bidang Sungai Dinas PUPR, air pasang yang mengakibatkan terjadinya banjir rob, berlangsung sejak tanggal 2 -10 Januari 2022.
Namun, dari data yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Minggu (9/1/2022) malam, wilayah yang terdampak banjir tinggal tersisa di 5 kecamatan.
Meski demikian, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Fahruraji mengatakan, bahwa potensi terjadinya banjir rob di kemudian hari masih ada.
“Daerah kita ini pasang surut. Sepengetahuan kita itu tidak akan berakhir. Karena akan mengikuti gravitasi bulan. Awal bulan timbul dan purnama akan terjadi pasang air laut,” ucapnya, Senin (10/1/2021).
Baca Juga : Keberadaan BPK Bakal Diperketat, Seperti Ini Rancangan Ketentuannya
Selain itu, menurutnya kondisi saat ini di Banjarmasin, pasang air laut memang sudah mengalami penurunan. Dari sebelumnya tinggi pasang air sempat mencapai 2,6 cm di atas permukaan laut, sekarang sudah di angka 2,3 cm di atas permukaan laut dan akan terus menurun.
“Tapi pada saat awal bulan akan mengalami kenaikan lagi. Memang seperti itu siklusnya. jelasnya.
Ia mengakui, bahwa banjir rob yang terjadi beberapa waktu terakhir memang lebih tinggi dari biasanya. Namun Ia menyebut, bahwa kondisi itu semata-mata disebabkan adanya pengaruh La nina.
Alhasil, setiap wilayah yang berada di area lebih rendah dan pinggir sungai, akan langsung merasakan dampaknya.
“Daerah itu otomatis akan terdampak. Kalau pasangnya dalam, maka air akan naik hingga daratan,” bebernya.
“Kita juga hampir merampungkan verifikasi lokasi tempat pengungsian di lima kecamatan, apabila kondisi banjir rob kembali di puncak tertinggi,” pungkasnya.(fachrul)
Editor : Amran





