TANJUNG, klikkalsel.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong mematangkan persiapan program bantuan seragam gratis bagi siswa melalui rapat yang digelar di Pendopo Bersinar, Kecamatan Murung Pudak, Kamis (8/10/2026).
Rapat dipimpin Bupati Tabalong H. M. Noor Rifani dan diikuti para camat serta ratusan penjahit dari tiga kecamatan, yakni Tanjung, Tanta, dan Murung Pudak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tabalong, Judid Ihsan Permana, mengatakan program tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah untuk membantu siswa sekaligus meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan seragam sekolah.
Program ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk pengadaan 63.435 seragam bagi siswa di 572 sekolah negeri jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Tabalong.
Judid memaparkan, di Kecamatan Tanjung terdapat 75 penjahit dengan pesanan 11.007 seragam untuk 76 sekolah. Sementara di Kecamatan Tanta, terdapat 79 penjahit dengan pesanan 5.227 seragam untuk 53 sekolah. Adapun di Kecamatan Murung Pudak, terdapat 116 penjahit yang akan menangani 14.691 seragam untuk 103 sekolah.
Penjahit yang terlibat harus memiliki KTP Tabalong, surat izin usaha yang dibuat di desa atau kelurahan, serta peralatan dan tenaga kerja yang memadai sesuai jumlah pesanan.
Baca Juga : Pemkab Tabalong Salurkan Hibah untuk 25 Rumah Ibadah dan Beasiswa
Baca Juga : Pemkab Tabalong Berikan 8.000 Liter BBM dan BPJS untuk Relawan
“Jadi untuk syaratnya harus ber-KTP Tabalong, surat izin usaha dibuatnya di desa, memiliki ketersediaan peralatan dan tenaga sesuai pesanan,” ujar Judid di hadapan para penjahit.
Judid berharap, pengerjaan seragam dapat diselesaikan pada minggu kedua Desember 2026.
Sementara itu, Bupati Tabalong H. Fani mengatakan, program seragam gratis ini merupakan upaya Pemkab Tabalong meningkatkan pendapatan UMKM, khususnya penjahit lokal, melalui pengadaan langsung tanpa lelang atau melibatkan perusahaan besar.
“Harapannya, penjahit lokal akan mendapat pendapatan lebih sehingga pertumbuhan ekonomi kita berputar dan dana yang bergulir tetap berada di Tabalong,” ujarnya.
Ia juga meminta, penjahit mencantumkan merek usaha, nomor telepon, dan alamat pada seragam yang diproduksi agar produk mereka semakin dikenal masyarakat, baik di dalam maupun luar daerah.
Menurutnya, program ini tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan penjahit, tetapi juga meringankan beban orang tua serta memberikan keseragaman bagi siswa sehingga menumbuhkan rasa kebersamaan dan semangat bersekolah.
Bupati meminta pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan keakuratan data kebutuhan seragam serta mengawal pengerjaan agar tepat waktu dan tetap menjaga kualitas.
“Kami berharap melalui program ini penjahit lokal semakin berkembang, orang tua terbantu, dan anak-anak mendapatkan seragam berkualitas yang menambah semangat mereka untuk sekolah,” pungkasnya. (renn)
Editor : Akhmad







