BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sudah lebih satu tahun Pandemi Covid-19 melanda Indonesia, khususnya Kota Banjarmasin. Dampak Pandemi ini membuat perekonomian negara ini menjadi melemah, khususnya industri perhotelan di Banjarmasin.
Dampak ekonomi yang akibat Covid-19 ini dirasakan seluruh Hotel di Banjarmasin, dimana tingkat Accupancy hotel hingga sampai saat ini masih belum menunjukan peningkatan yang signifikan.
Bahkan di katakan Direktur PT Pyramid Suites Hotel Armani Executive Club, Arie Soleh Mulia, bahwa dengan keadaan Covid-19 saat ini industri perhotelan yang ia pimpin belum juga menunjukan peningkatan Accupancy.
“Dari awal pandemi hingga sampai saat ini mungkin sama seluruh hotel ya, belum ada menunjukan peningkatan accupancy,” ujarnya, Jumat (12/3/2021).
Arie juga mengatakan dengan kondisi saat ini pihaknya juga kembali harus mengurangi karyawan lantaran tidak adanya peningkatan pendapatan. “Pandemi belum berakhir, terus ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jadi keadaan hotel tetap sepi. jadi mau tidak mau kita harus mengurangi karyawan lagi,” imbuhnya.
Selama satu tahun terdampak Covid-19 ia mengatakan sempat hampir mengalami peningkatan Accupancy, namun itu tidak berlangsung lama dan kemudian kembali turun kembali. Menurutnya, sebelum adanya Covid-19 accupancy Hotel bisa mencapai hingga diatas 60 persen. Tetapi saat ini mencapai 30 persen accupancy sangat sulit.
“Rata-rata per bulannya itu kita 30 Persen saja sulit,” tuturnya.
“Kalau kita lihat di daerah luar Kalimantan sangat banyak industri perhotelan yang harus gulung tikar.Jadi kita berharapnya kondisi pandemi ini segera pulih sehingga bisa kembali seperti dulu lagi,” harapnya. (fachrul)
Editor : Akhmad





