Omzet Pedagang Sayur Keliling Meningkat

Pedagang sayur keliling membawa barang dagangannya (Foto: Azka/klikkalsel.com)
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sepekan terakhir para penjual sayuran di komplek diuntungkan. Hal ini dikarenakan ibu rumah tangga yang biasannya ke pasar membeli keperluan sehari-hari mengurangi aktivitas ke pasar, terlebih ada imbauan agar menghindari kerumunan guna menghindari virus Corona.
Bahkan omzet yang didapat penjual sayur keliling yang memasuki komplek-komplek perumahan hingga mencapai 50 persen. Seperti di kawasan Sungai Andai kawasan Bawang Merang, Banjarmasin Utara.
Penjual sayur keliling, Sukirno, setiap hari menjajakan sayurannya menggunakan sepeda motor, mengatakan dalam situasi sekarang, banyak pembeli terutama para ibu rumah tangga yang membeli dagangannya meskipun harga ikan, ayam dan sayuran mengalami kenaikan namun tak seberapa.
“Ibu-ibu tersebut setiap pagi lebih menunggu saya untuk membeli dagangan yang saya bawa dan mereka tak pergi kepasar tradisional sebab anjuran pemerintah agar jangan membuat kerumunan hingga berdesakan,” katannya
Dikatakan pula harga dipasaran dan harga yang dijualnnya tak jauh beda seperti ayam ras ukuran sedang Rp35 ribu perekor sedangkan ukuran besar Rp40 ribuan ikan nila Rp38 ribu, ikan tongkol kecil Rp30 dan yang besar Rp35 perkilo, sayur manis Rp1500 perikat juga kangkung dan sayur manis.
Selain harga sayuran kentang, wartel, terong, timun dijual Rp13,000,- per kilo, kacang-kacangan Rp13,000, dan sawi serta kangkung dijual Rp150 per ikatnya.
“Ya syukurlah jualan yang kami bawa setiap harinya habis sangat beda dengan hari-hari biasannya selain masa dan situasi sekarang,”katannya.
Sementara Mama Rifki warga komplek mengatakan, bisanya kita setiap paginnya kepasar Depan komplek atau kepasar Lama namun dengan adanya himbauan lebih memilih belanja dengan pedagang sayur keliling.
“Jika belanja dengan pedagang sayur keliling kita nunggunya lebih pagi biar belanjaan kita ada semua yang diinginkan,” katannya.(azka)
Editor : Amran