Sosial  

Menteri Sosial didampingi Sekdaprov Sampaikan Uraian Bantuan Yang Bakal Diterima Korban Banjir Kalsel

Menteri Sosial RI, Gus Ipul memastikan bantuan pemerintah diterima penyintas banjir Kalsel secara merata.

MARTAPURA, klikkalsel.com – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat perhatian Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Sosial RI. Secara langsung, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meninjau lokasi pengungsian penyintas banjir di Puskesmas Desa Keramat, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Minggu (4/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Gus Ipul didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Sekdaprov Kalsel) Muhammad Syarifuddin yang mewakili Gubernur H. Muhidin.

Gus Ipul menyampaikan, pada masa tanggap darurat, Kemensos telah menyiapkan dukungan logistik dasar bagi para pengungsi, mulai dari makanan siap saji, pakaian, kasur, selimut, hingga tenda pengungsian.

“Setiap kondisi kedaruratan, kami menyiapkan dukungan logistik, dapur umum, serta layanan psikososial untuk para pengungsi,” ujar Gus Ipul.

Selain logistik, Kemensos juga menyalurkan bantuan santunan dan jaminan hidup bagi warga terdampak. Untuk korban meninggal dunia, pemerintah memberikan santunan sebesar Rp15 juta kepada ahli waris. Sementara korban luka berat mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta.

“Kemudian ada bantuan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan untuk kebutuhan dasar keluarga terdampak,” jelasnya.

Pada tahap pemulihan, Kemensos juga menyiapkan bantuan untuk pengisian rumah bagi keluarga terdampak banjir sebesar Rp3 juta per keluarga. Bantuan ini ditujukan untuk membantu warga kembali memenuhi kebutuhan rumah tangga pascabencana.

“Bantuan Rp3 juta dan Rp5 juta itu diberikan satu kali. Sedangkan jaminan hidup diberikan selama tiga bulan,” kata Gus Ipul.

Baca Juga : Klikkalsel.com Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Desa Keramat Sungai Tabuk

Baca Juga : Pernyataan Gubernur H. Muhidin soal “Memindah Hujan” Saat Banjir Tuai 2.000 lebih Respon Warganet

Terkait kerusakan rumah, pemerintah akan melakukan asesmen untuk mengklasifikasikan tingkat kerusakan, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat. Bagi warga dengan rumah rusak berat, pemerintah juga menyiapkan opsi hunian sementara (huntara).

Sementara itu, Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin menegaskan, pemerintah provins terus bekerja dalam penanganan banjir sejak awal, termasuk koordinasi lintas instansi dalam pendistribusian bantuan dan pendataan warga terdampak.

“Yang utama saat ini kebutuhan dasar masyarakat harus aman. Pemprov Kalsel siap mengawal proses asesmen hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya.

Saat ini, pengungsian di Puskesmas Desa Keramat menampung 218 jiwa dari 79 kepala keluarga. Pemerintah daerah memastikan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil mendapat perhatian khusus.

Salah satu pengungsi, Masjulia, mengaku sangat terbantu dengan bantuan yang diterima selama berada di pengungsian.

“Kami sangat terbantu, terutama soal makan dan minum. Kami juga mendapat kasur, selimut, dan sembako,” ucapnya.

Penanganan banjir di Sungai Tabuk dilakukan melalui kerja sama antara Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Banjar, serta dukungan TNI dan Polri.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut anggota DPD RI Muhammad Hidayatullah, Wakil Bupati Banjar Said Idrus, Sekretaris Kabupaten Banjar Yudi Andrea, serta jajaran Kementerian Sosial RI. (rizqon)

Editor: Abadi