BANJARMASIN, klikkalsel.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandy menyampaikan permintaan maaf sekaligus duka cita mendalam atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
Hal tersebut disampaikan Dudy saat memantau langsung penanganan musibah bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Posko SAR Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Minggu (13/9/2026).
Atas nama pemerintah, Dudy menyampaikan permohonan maaf kepada para korban, keluarga penumpang, serta seluruh pihak yang terdampak akibat musibah tersebut.
“Pertama-tama, atas nama pemerintah, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah kecelakaan laut yang menimpa kapal yang membawa 243 penumpang,” ujar Dudy di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Dalam kesempatan tersebut, Menhub juga menyampaikan perkembangan terbaru proses pencarian dan evakuasi korban.
Dari total 243 penumpang yang terdata, sebanyak 107 orang berhasil diselamatkan, enam orang meninggal dunia, sedangkan 130 penumpang lainnya masih dalam proses pencarian.
“Dari 243 penumpang, tim evakuasi atau tim SAR yang dipimpin oleh Basarnas telah berhasil mengevakuasi sejumlah 107 penumpang yang selamat dan 6 orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat sekitar 130 penumpang dalam proses pencarian,” jelasnya.
Baca Juga : 130 Penumpang KM Virgo Transport 8 Masih Dicari, 107 Selamat dan 6 Meninggal
Dudy memastikan pemerintah bersama tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian dan lembaga, tenaga kesehatan, operator kapal hingga unsur lainnya.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada koordinator operasi SAR, TNI, Polri, kementerian/lembaga, tenaga kesehatan, operator kapal, serta seluruh unsur terkait yang telah bekerja cepat dalam operasi kemanusiaan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kabasarnas Mohammad Syafii mengungkapkan, sebelum mengalami kondisi darurat, pihak kapal sempat melaporkan cuaca buruk yang dihadapi.
Kondisi kapal kemudian mengalami perubahan center of gravity atau pusat gravitasi yang menyebabkan kapal mengalami kemiringan.
Kapal juga sempat mengaktifkan Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) sebagai sinyal darurat untuk meminta bantuan sebelum akhirnya kontak terputus.
Operasi pencarian dan pertolongan hingga kini masih berlangsung dengan melibatkan Basarnas, TNI, Polri serta berbagai unsur terkait. (airlangga)
Editor: Abadi





