Kalsel  

Mengeksplore Hutan Mangrove Desa Sungai Musang

EKOWISATA - Hutan Mangrove Desa Sungai Musang, Aluh-Aluh Kabupaten Banjar. (istimewa/klikkalsel)
EKOWISATA – Hutan Mangrove Desa Sungai Musang, Aluh-Aluh Kabupaten Banjar. (istimewa/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Tim Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Nahdatul Ulama Kalimantan Selatan (Kalsel) membangun konsep ekowisata mangrove (bakau) di pesisir Desa Sungai Musang, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar.

Kemarin, tim dari Fakultas Teknik Jurusan PWK (Planologi) Universitas NU Kalsel melakukan survei lapangan untuk pendataan dan pemetaan ke kawasan tersebut. Kegiatan ini diikuti kelompok wartawan lingkungan, Pena Hijau Indonesia.

“Konsep awal pengembangan wilayah dan ekowisata mangrove sudah kita buat. Selanjutnya pihak desa yang berkepentingan akan mengajukan dalam Musrenbang desa,” tutur Riam Faradigma, Ketua Tim PWK Universitas NU Kalsel, saat dihubungi, Selasa (13/2/2018).

Rencana pengembangan ekowisata hutan Mangrove di wilayah ini mendapat dukungan Dinas Pariwisata Kabupaten Banjar.

Desa ini memiliki potensi di bidang pertanian dan perikanan. Termasuk keberadaan kawasan hutan mangrove yang jika dikelola dengan baik akan mendongkrak perekonomian warga setempat, salah satunya objek wisata menarik.

Luas hutan mangrove di pesisir Desa Sungai Musang ini diperkirakan mencapai 150 hektar lebih, ditambah penanaman baru sekitar 100 hektar oleh Dinas Kehutanan dan BKSDA Kalsel.

Berdasarkan hasil penelitian pusat sebelumnya, hutan bakau di kawasan ini memiliki tingkat ketebalan atau vegetasinya merupakan terbaik di Indonesia.

Desa Sungai Musang merupakan desa terluar di Kabupaten Banjar. Berbatasan dengan perairan muara Sungai Barito. Jumlah penduduk kurang lebih 420 jiwa, mayoritas merupakan petani padi serta nelayan budidaya dan nelayan tangkap.

Menuju desa ini bisa dijangkau menggunakan roda dua dengan waktu tempuh 1,5 jam dari Kecamatan Gambut atau menggunakan perahu motor dari Banjarmasin.

Saat ini desa itu kurang tersentuh pembangunan, infrasturktur jalan rusak serta sarana dan prasarana umum sangat minim. (baha)

 

Editor : Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.