Membahayakan, Portal Pembatas Ketinggian Jembatan Kayutangi Kembali Patah

Membahayakan, Portal Pembatas Ketinggian Jembatan Kayutangi Kembali Patah
Membahayakan, Portal Pembatas Ketinggian Jembatan Kayutangi Kembali Patah

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Portal pembatas ketinggian di Jembatan Kayutangi atau Alalak II yang berada di pertengahan Jalan Tembus Perumnas dan Jalan Cemara Ujung, Kelurahan Alalak Utara Kecamatan Banjarmasin Utara kembali rusak dan patah, padahal sudah diganti dengan rangka yang lebih tebal.

Dari informasi yang dihimpun klikkalsel.com portal yang berfungsi untuk membatasi tinggi dan beban kendaraan yang ingin melintas lagi-lagi rusak dengan penyebab yang nyaris sama, yakni ditabrak kendaraan beroda empat. Beruntung, patah dan ambruknya besi pembatas tersebut tidak menimbulkan korban.

Salah satu warga setempat RT 42, Aris (45) yang rumahnya tidak jauh dari jembatan tersebut mengatakan, patahnya pembatas jalan Alalak II itu terjadi sekitar pukul 04.00 Wita. Saat itu ia mendengar suara benturan besi yang sangat nyaring.

“Sekitar pukul 04.00 Wita terdengar suara benturan besi nyaring,” kata Aris kepada klikkalsel.com Senin malam, (7/6/2021).

Setelah itu, ketika pagi saat keluar rumah, Aris baru menyadari diduga sumber suara benturan besi yang nyaring tersebut berasal dari patahnya pembatas ketinggian di Jembatan Alalak II.

“Pagi tadi baru sadar ternyata pembatas di jembatan patah, saya duga suaranya berasal dari sana,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, akibat patahnya pembatas tersebut saat pagi dan sore tadi terjadi kemacetan yang lumayan lama, lantara banyak pengendara dan pengemudi harus sabar bergantian untuk melintasinya.

“Banyak yang putar balik, saat itu juga ada Anggota Dinas Perhubungan turut mengatur lalu lintas. Saya lihat kalau ada truk dilarang melintas, tapi ini sudah tidak ada yang menjaga jadi banyak ae truk sudah melintas,” jelasnya.

Ia berharap, dinas terkait bisa cepat memperbaiki pembatas tersebut, karena ia khawatir karena besi pembatas tersebut lumayan berat dan jika mengenai pengguna jalan bisa menimbulkan korban jiwa.

“Bisanya cepat saja diperbaiki (dilas), saya kira malam ini tapi sampai saat ini belum ada, mudah mudahan cepat diperbaiki,” harapnya.

Diketahui jembatan tersebut saat ini menjadi satu-satunya akses pengguna jalan dari Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) menuju Kota Banjarmasin. Sejak dimulainya pembangunan Jembatan Sungai Alalak pada 2018 lalu.

Sementara itu, salah satu pengguna jalan, Syarif warga Kabupaten Batola mengaku was was saat melintas karena takut tertimpa besi yang kondisinya bergerak-gerak tersebut

“Merasa was-was. Takut kalau tertimpa besinya,” ucapnya.

Kendati demikian, ia berharap kepada dinas terkait bersikap cepat jangan sampai menunggu ada korban dulu baru diperbaiki.

“Sama jalan dari Batola ke Banjarmasin dari sebaliknya. Tolong diatur lagi karena hampir setiap hari jalan itu selalu 2 arah. Semestinya yang saya tahu hanya di jam tertentu saja yang boleh 2 arah. sekarang pagi sampai mlm 2 arah bahkan sering terjadi keributan karena masalah jalan oleh penguna jalan,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi