TANJUNG, klikkalsel.com – PT Adaro Indonesia menggelar diskusi publik bersama para penggiat pariwisata dari Kabupaten Tabalong dan Balangan.
Mengangkat tema yang bertajuk “Pariwasta Berbasis Masyarakat” kegiatan dilaksanakan di Cafe Kopi Meratus Mabu’un, Minggu (20/10/2019).
Community Insight and Engagement Section Head PT Adaro Indonesia, Fajerianur Mus’adi mengatakan, kegiatan ini sebagai sarana untuk memberikan informasi bagaimana pentingnya peran masyarakat dalam kegiatan pariwisata.
“Keterlibatan masyarakat di dalam kegiatan pariwisata, kemandiriannya kemudian tujuan hakikatnya apa yang bisa dirasakan masyarakat dari kegiatan pariwisata yang dibangun tersebut,” ujarnya
Baca Juga : Anang Syakhfiani Berani Bayar Rp1juta, Jika Ada Warga Melaporkan ASN Membuang Sampah di Trotoar
Untuk itu ia berharap setelah diskusi ini, para penggiat pariwisata dapat lebih memahani tentang pentingnya peran masyarakat dalam menggembangkan suatu objek wisata.
Dalam diskusi ini, juga turut hadir Budi Hermanto penggagas Dieng Culture Festival. Salah satu festival berbasis masyarakat yang terbesar di Indonesia.
Dalam paparannya, pria yang akrab disapa Budi itu menceritakan sejarah bagaimana awak munculnya Dieng Culture Festival hingga sampai jadi sebesar sekarang.
“Yang terpenting dari suatu festival adalah bagaimana caranya kita dapat melibatkan penonton ke dalam acara kita, bukan sekedar datang beli tiket, nonton dan kemudian pulang ke rumah,” ujarnya.
Sementara itu, PLT Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tabalong, Tumbur P Manulu yang dalam kesempatan itu juga turut hadir, menyambut baik dengan diadakannya diskusi bersama penggiat atau komunitas pariwisata ini.
“Kegiatan ini mencari ide – ide dan gagasan kedepannya bagaimana pengembangan pariwisata khususnya di daerah kita Kabupaten Tabalong semakin maju,” tuturnya.
Ia pribadi sangat optimis pariwisata di Kabupaten Tabalong akan berkembang.
Tumbur menjelaskan, untuk pengembangan pariwisata berbasis masyarakat ini pihaknya sudah mempunyai konsep dan sudah diterapkan di Kabupaten Tabalong.
Namun pihaknya masih terkendala pemberdayaan masyarakat dan implementasinya.
Sehingha ia berharap, dengan adanya kegiatan diskusi publik ini dapat menimbulkan ide-ide dan gagasan dari para penggiat atau komunitas pariwisata.
“Ide-ide dan gagasan tersebut nantinya akan kita kembangkan sesuai dengan kultur budaya yang ada di Bumi Sarabakawa ini,” pungkasnya.(arif)
Editor : Amran





