BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kegiatan program penguatan ekosistem kemitraan untuk pengembangan inovasi berbasis potensi daerah Provinsi Kalsel dan Kalteng, resmi dilaksanakan.
Kegiatan Pokasi yang bertajuk Kick Off dan Focus Group Discussion (FGD) 1 ini dilaksanakan di Calamus Ballroom, Hotel Rattan Inn, Jalan A Yani Km 6 dan dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kalsel, Muhammad Amin.
Usai membuka Kick Off dan FGD kegiatan Pokasi tersebut, Muhammad Amin mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan ini.
Terlebih menurutnya kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pendidikan Pokasi, dimana dalam hal ini adalah pendidikan kejuruan.
“Kegiatan ini meningkatkan keterampilan siswa atau mahasiswa,” ucapnya, Kamis (5/10/2023).
“Dengan meningkatnya keterampilannya itu, maka kita harapkan mereka para siswa maupun mahasiswa itu bisa mengeluarkan inovasi-inovasi baru,” sambungnya.
Dari kemajuan yang dilakukan dengan kegiatan tersebut, ia kembali berharap akan adanya perubahan kebiasaan yang mendorong majunya banua Kalsel.
Baca Juga Gelar FGD, Dokumen RP3KP Disempurnakan
Baca Juga Tingkatkan Kualitas Kebijakan dan Program Penyelenggaraan Pemda Melalui FGD
Sementara itu, Plt Direktur Kemitraan dan Penyelenggara Dunia Usaha dan Dunia Industri, Uuf Brajawidagda, menerangkan bahwa dalam kegiatan kick off ini pihaknya mengundang sejumlah pimpinan Politeknik yang ada di Kalsel dan Kalteng.
“Jadi dengan kegiatan ini kita ingin mendekatkan pendidikan Pokasi dengan para stakeholdernya,” ujarnya.
“Mungkin saat ini kita tengah mengidentifikasi siapa-siapa saja yang menjadi stakeholder kita. Kalau tadi kita sudah mendapati bahwa salah satu stakeholder kita yaitu Media. Karena media punya rekaman perjalanan Kalsel dan Kalteng,” tambahnya.
Tentunya kata Uuf bekerjasama dengan media tentunya mempunyai keuntungan yang sangat besar, selain memiliki rekaman perjalanan pembangunan daerah, pastinya media punya rekaman kolektif tentang kedepannya mau seperti apa.
“Selain dengan media tentunya kita bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, dunia Industri dan unsur pendidikan Pokasi lainnya seperti LKP dan SMK,” bebernya.
“Ini sangat penting untuk membentuk ekosistem kemitraan, karena kalau kita jalan sendiri pastinya kita tidak akan bisa kemana-mana,” lanjutnya.
“Harapannya ini selaras dengan kebijakan pemerintah yakni Merdeka Belajar yang mana Kementerian juga terus mendorong satuan pendidikan untuk terus mendekat dengan lingkungannya. Serta juga terkait dengan Perpres 68 tentang revitalisasi pendidikan Pokasi dan pelatihan Pokasi,” tekannya.
Lantas sudah adakah potensi dari pendidikan Pokasi tersebut di Kalsel?
Menjawab hal tersebut, Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) Joniriadi, menerangkan bahwa saat ini pihaknya tengah menggali potensi-potensi tersebut.
“Setelah Kick Off tadi kita akan melakukan diskusi dengan sejumlah Stakeholder kita untuk sama-sama menggali apa Potensi di Kalsel ini perihal penguatan ekosistem kemitraan ini,” bebernya.
“Jadi dalam diskusi ini kita akan menggali apa saja permasalahan yang ada di daerah kita ini dan disini sama-sama kita pecahkan bersama permasalahan itu,” pungkasnya.(fachrul)
Editor : Amran





