Kesaktian Kertas Kusam Bersimbol Kaligrafi yang Disebut Jimat atau Wafak di Budaya Banjar

Wafak Antasari dalam Perang Banjar sumber H Maronier dalam pictures of The Tropics 1967 (Mansyur)

Ini terbukti adanya simbol binatang realistik, tokoh pewayangan senjata, bahkan menciptakan simbol-simbol abstrak yang unik.

“Hal ini membuktikan apapun yang datang dari luar ke Indonesia akan selalu mengalami proses akulturasi,” ujarnya.

“Alkulturasi itu akan menimbulkan suatu bentuk seni budaya yang berakarkan pada ciri-ciri kebudayaan asing dan
kebudayaan sendiri atau disebut hibridisasi,” tambahnya.

Adalagi, Jimat berwafak dalam tradisi masyarakat Banjar, dibuat menggunakan angka-angka, lambang-lambang rajah dan ayat ayat Al-Quran kebanyakan berasal dari Islam.

“Jadi tidak setiap jimat itu berwafak. Setiap barang yang berwafak maka kekuatannya akan bertambah, karena mewafak adalah merupakan ilmu tersendiri,” imbuhnya.

Jimat-jimat lain yang berasal dari jenis tumbuh – tumbuhan, binatang, tanah, logam seperti wasi kuning dan
sebagainya.

Kumpulan jimat yang serupa ini yang dipakai untuk melindungi diri dari bencana, membuat seseorang kebal, ditakuti orang, ada juga jimat yang besar selilit pinggang yang disebut babatsal.

Jika ditinjau secara ilmiah, jimat berwafak ini sebagai lokalitas dan warna lokal seni tradisi merupakan karya yang
termarjinalkan oleh arus informasi yang menyeret perubahan perubahan pola berpikir masyarakatnya.

“Jimat berwafak ini menampakan ciri lokal khas Banjarmasin. Secara tidak langsung sekaligus juga masih memiliki citra spiritualitas seni Islam yang kuat,” jelasnya.

Lebih jauh, jimat berwafak ini juga memiliki ungkapan rupa berupa simbol-simbol mulai dari bentuk, warna, material dan huruf-huruf magis dimana hanya orang-orang tertentu saja yang mengerti.

“Dalam sistem religi di daerah Kalsel, selain wafak juga ada beberapa jenis benda yang dianggap memiliki kekuatan atau sakti yang bisa memberikan kebaikan atau sebaliknya bagi si pemakai,” ungkap Mansyur.

Ada juga kepercayaan yang bersifat kajian atau ilmu kanuragan yang dimiliki seseorang dalam berbagai hal, baik itu
kebal, ilmu pengasih (pemikat) atau sebagainya yang dianggap istimewa oleh orang Banjar.

Semua kepercayaan ini tidak semata-mata timbul dari adat Banjar, tetapi juga ada induksi atau masukan dari lain misalnya agama Islam.

Contohnya, wafak-wafak atau jimat-jimat yang bertulisan ayat suci Al-Quran dan sebagainya yang memang semuanya itu berasal dari Islam.

“Ini lazim disebut jimat berwafak atau disebut wafak saja,” pungkasnya. (airlangga).

Editor: Abadi