BANJARMASIN, klikkalsel.com – Keramba apung milik pembudidaya ikan air tawar di Sungai Martapura, kawasan Banuanyar RT 4, Kelurahan Banuanyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, hanyut terbawa arus deras, Rabu (4/2/2026).
Peristiwa ini menyebabkan pemilik keramba mengalami kerugian fantastis yang ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, Kompol Dading Kalbu Adie, membenarkan peristiwa tersebut dan mengungkapkan keramba tersebut milik H. Supian Noor (73), warga Jalan Banuanyar RT 4, Kelurahan Banuanyar, Kecamatan Banjarmasin Timur.
“Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Berdasarkan keterangan korban, keramba hanyut setelah tali tambat yang mengikat keramba putus, diduga akibat kuatnya arus Sungai Martapura,” ujar Kompol Dading.
Baca Juga : Kepala KPP Madya Banjarmasin Terjaring OTT KPK RI, Uang Sekitar Rp1 Miliar Disita
Baca Juga : KPK OTT di Kantor Pajak Madya Banjarmasin, Pihak DJP Kalselteng Mengaku Tidak Tau Detail Perkara
Saat melihat kerambanya mulai hanyut, korban meminta bantuan Ma’ruf Hamim (26) yang berada di lokasi kejadian. Ma’ruf kemudian menghubungi H. Mahyuni (64), pemilik kelotok, untuk membantu proses evakuasi keramba di tengah sungai hingga depan Siring menara pandang.
“Upaya penyelamatan telah dilakukan, namun hingga sekitar pukul 17.00 Wita keramba tidak berhasil dievakuasi sepenuhnya,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, H. Supian Noor diperkirakan mengalami kerugian sangat besar. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar, yang meliputi ikan bawal siap panen serta satu unit keramba apung berisi kurang lebih 50 kotak.
Kompol Dading menambahkan, kejadian ini menjadi peringatan bagi para pembudidaya ikan di sungai agar lebih waspada, terutama saat debit air meningkat akibat hujan berintensitas tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pemilik keramba apung, untuk memastikan kondisi tali tambat dan konstruksi keramba dalam keadaan kuat dan aman guna menghindari kejadian serupa,” pungkasnya.(airlangga)
Editor: Amran





