Kategori: PLN UIP3B Kalimantan

  • Sukses! Interkoneksi Sistem Ketapang dan Sistem Kalimantan Melalui GI Sukadana Berhasil Disinkronisasi

    Sukses! Interkoneksi Sistem Ketapang dan Sistem Kalimantan Melalui GI Sukadana Berhasil Disinkronisasi

    SUKADANA, klikkalsel.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan berhasil melakukan sinkronisasi interkoneksi antara Sistem Ketapang dan Sistem Kalimantan melalui Gardu Induk (GI) Sukadana. Keberhasilan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan industri, ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat.

    Dengan beroperasinya interkoneksi ini, pasokan listrik dari Sistem Kalimantan kini dapat disalurkan ke Sistem Ketapang dengan lebih andal dan efisien. Selisih produksi listrik dari interkoneksi ini tercatat mencapai 231.984 kWh, yang diproyeksikan mampu menghemat biaya operasional hingga Rp 686 juta per hari. Efisiensi ini mendukung optimalisasi pemanfaatan energi sekaligus meningkatkan keberlanjutan sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

    General Manager UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dari sinergi dengan PLN Group di Kalimantan Barat serta _stakeholder_ terkait. Dengan perencanaan matang serta koordinasi intensif, proses sinkronisasi berjalan lancar tanpa mengganggu pasokan listrik bagi pelanggan.

    Baca Juga Tingkatkan Kompetensi Komunikasi Visual, PLN UPT Banjarbaru Gelar Kegiatan Mini Course Fotografi

    Baca Juga PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan di Kalimantan Melalui Peninjauan Infrastruktur

    “Interkoneksi ini menjadi tonggak penting dalam meningkatkan keandalan dan efisiensi listrik di Ketapang dan sekitarnya. Dengan sistem yang lebih stabil, kami berharap dapat mendorong pertumbuhan industri, meningkatkan daya tarik investasi, serta mendukung kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat,” ujar Riko.

    Sebelumnya, Sistem Ketapang beroperasi secara terpisah dengan mengandalkan pembangkit lokal berbahan bakar minyak sebagai sumber utama pasokan listrik. Dengan adanya interkoneksi ini, pasokan listrik menjadi lebih stabil dan fleksibel karena dapat menerima suplai tambahan dari Sistem Kalimantan yang memiliki kapasitas lebih besar dan andal.

    Manager UPT Pontianak, Darul Irfan, mengatakan bahwa selain meningkatkan keandalan sistem, interkoneksi ini juga berkontribusi dalam upaya pengurangan ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar minyak, sejalan dengan komitmen PLN dalam menciptakan sistem kelistrikan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

    “Dengan adanya interkoneksi ini, operasional sistem kelistrikan menjadi lebih optimal, memungkinkan distribusi daya yang lebih merata, serta mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar minyak. Kami akan terus berupaya meningkatkan keandalan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini,” jelas Darul.

    Manager Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Ketapang, Fadli, mengatakan bahwa Keberhasilan interkoneksi ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menghadirkan pasokan listrik yang lebih andal dan efisien bagi masyarakat Kalimantan Barat khusunya wilayah Ketapang.

    “Interkoneksi ini menjadi terobosan penting dalam meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Ketapang. Dengan suplai listrik yang lebih stabil dari Sistem Kalimantan, kami dapat memberikan layanan yang lebih baik bagi masyarakat. Kami akan terus menjaga dan meningkatkan performa jaringan transmisi agar manfaat dari interkoneksi ini dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” ujar Fadli.

    Ke depan, UIP3B Kalimantan berkomitmen untuk terus mengembangkan jaringan interkoneksi guna memastikan seluruh wilayah Kalimantan mendapatkan pasokan listrik yang berkualitas dan andal. Langkah ini sejalan dengan visi PLN dalam mendukung pemerataan energi serta menciptakan sistem kelistrikan yang lebih modern dan efisien.

    Dengan terhubungnya Sistem Ketapang dan Sistem Kalimantan, diharapkan tercipta jaringan listrik yang lebih kuat dan fleksibel. Hal ini akan membuka peluang ekspansi industri, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mempercepat pembangunan ekonomi di Kalimantan Barat. PLN terus berupaya menghadirkan layanan kelistrikan terbaik demi mendukung masa depan yang lebih cerah bagi seluruh masyarakat Kalimantan.(adv/firdaus)

    Editor : Amran

  • Tingkatkan Kompetensi Komunikasi Visual, PLN UPT Banjarbaru Gelar Kegiatan Mini Course Fotografi

    Tingkatkan Kompetensi Komunikasi Visual, PLN UPT Banjarbaru Gelar Kegiatan Mini Course Fotografi

    BANJARBARU, klikkalsel.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Banjarbaru menggelar kegiatan mini course fotografi sekaligus pembentukan Tim Komunikasi pada Unit Pelaksana hingga Unit Layanan Transmisi dan Gardu induk (ULTG). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Tim Komunikasi dalam menghasilkan visual yang menarik dan informatif untuk mendukung publikasi kegiatan perusahaan.

    Manager UPT Banjarbaru, Akhmad Fauzan menyampaikan bahwa pembentukan Tim Komunikasi di tingkat unit ini sangat penting untuk menunjang kegiatan publikasi perusahaan.

    “Tim Komunikasi merupakan penyambung lidah UPT Banjarbaru dalam menyampaikan informasi melalui media sosial, sehingga perlu dibekali kompetensi yang salah satunya kita lakukan hari ini yaitu mini course fotografi jurnalistrik,” jelas Fauzan.

    Fauzan juga menyampaikan agar seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan fokus dan menyerap ilmu dengan sebaik-baiknya agar nantinya dapat bermanfaat dan di implementasikan dalam mengabadikan momen pekerjaan dan dipublikasikan melalui UPT Banjarbaru.

    Dalam kesempatan yang sama Lilia Ragil Noor Oktavia, Asisten Manager Keuangan dan Umum juga menyampaikan bahwa Tim Komunikasi merupakan tim Ad Hoc yang sifatnya enrichment yang dibentuk dari berbagai bidang UPT Banjarbaru hingga ULTG.

    Baca Juga PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan di Kalimantan Melalui Peninjauan Infrastruktur

    Baca Juga Sekda Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Gang PLN Simpang Empat

    “Tim Komunikasi ini ini bertugas untuk mengelola komunikasi baik internal maupun eksternal agar segala bentuk kegiatan positif yang mengandung values of news dapat dipublikasikan sehingga masyarakat tahu upaya-upaya yang dilakukan PLN dalam menyalurkan listrik kepada pelanggan,” ungkap Okta.

    Kegiatan mini course fotografi ini mengangkat tema “Making a Visual That Tells” dimana dalam kegiatan ini peserta mempelajari teori tentang dasar-dasar fotografi jurnalistik dan teknik pengambilan gambar, sehingga dapat menghasilkan fotografi yang mampu bercerita. Setelah sesi teori, peserta diajak untuk langsung mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh dengan melakukan sesi foto di lingkungan UPT Banjarbaru dan Gardu Induk (GI) Cempaka.

    Ari Purnadi salah seorang peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif dalam meningkatkan kompetensi yang ia miliki di bidang fotografi.

    “Acara hari ini sangat menarik dan bermanfaat, saya bisa mengasah kemampuan fotografi saya dan mempelajari teknik-teknik foto jurnalistrik sehingga nantinya bisa bermanfaat untuk dokumentasi publikasi korporat,” ungkap Ari.

    Ditemui pada kesempatan terpisah, Riko Ramadhano Budiawan selaku General Manager PLN UIP3B Kalimantan mendukung program dari UPT Banjarbaru tersebut dan mengatakan komunikasi visual yang kuat adalah salah satu kunci dalam menyampaikan pesan perusahaan.

    “Kemampuan komunikasi visual yang kuat adalah kunci dalam menyampaikan pesan perusahaan secara efektif kepada masyarakat. Dengan mengasah keterampilan fotografi jurnalistik, Tim Komunikasi UPT Banjarbaru tidak hanya mendokumentasikan momen, tetapi juga membangun narasi yang memperkuat citra positif PLN. Kami berharap inisiatif ini dapat terus dikembangkan untuk mendukung transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik,” ungkap Riko.

    Melalui kegiatan ini, UPT Banjarbaru berharap dapat meningkatkan kualitas komunikasi visual perusahaan dan memperkuat citra positif PLN di mata masyarakat.(adv/firdaus)

    Editor : Amran

  • PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan di Kalimantan Melalui Peninjauan Infrastruktur

    PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan di Kalimantan Melalui Peninjauan Infrastruktur

    SUKAMARA, klikkalsel.com – Dalam upaya menjaga dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan, PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan melakukan peninjauan langsung terhadap infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah tersebut.

    Dipimpin oleh Manager Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palangkaraya, Bayu Putra Andrianto, kunjungan kerja ke Gardu Induk (GI) Sukamara ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional GI yang berperan strategis dalam mendukung keandalan pasokan listrik, khususnya dalam menghubungkan sistem kelistrikan Kalimantan Tengah dengan Kalimantan Barat.

    General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan bahwa peninjauan infrastruktur ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PLN dalam memastikan keandalan pasokan listrik di Kalimantan.

    “UIP3B Kalimantan terus berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di seluruh Kalimantan. Dan melalui peninjauan infrastuktur ini, kami ingin memastikan bahwa pasokan listrik tetap stabil dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta sektor industri di wilayah ini,” ujar Riko.

    Baca Juga PLN Perkuat Keandalan Listrik Melalui Agenda Inspeksi Infrastruktur Kelistrikan, Pastikan Keamanan Kelistrikan Jelang Perayaan Cap Go Meh 2025

    Baca Juga Sekda Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Gang PLN Simpang Empat

    Riko juga menegaskan bahwa penguatan infrastruktur kelistrikan di Kalimantan merupakan bagian dari upaya PLN dalam menyediakan akses listrik yang merata di seluruh Indonesia.

    Peninjauan ini menegaskan komitmen PLN dalam menjaga keandalan suplai listrik bagi masyarakat serta sektor industri di wilayah tersebut. Dengan infrastruktur yang handal, diharapkan suplai listrik tetap stabil dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.

    Bayu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis UPT Palangkaraya dalam memastikan pasokan listrik yang andal di masa depan.

    “Kami berkomitmen untuk terus menjaga keandalan sistem transmisi listrik, karena pasokan listrik yang stabil merupakan faktor kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bayu.

    Selain melakukan inspeksi di GI Sukamara, Bayu Putra Andrianto beserta tim dari UPT Palangkaraya dan ULTG Pangkalan Bun juga melaksanakan survei jalur transmisi guna memastikan kondisi infrastruktur serta mengidentifikasi potensi perbaikan dan pengembangan ke depan.

    Survei ini bertujuan untuk memetakan jalur transmisi yang lebih efisien dan mengurangi risiko gangguan pada jaringan listrik, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan bagi masyarakat.

    Manager ULTG Pangkalan Bun, Rizki Rangga Dwipura mengatakan bahwa ULTG Pangkalan Bun akan terus melakukan pemantauan serta pengembangan infrastruktur kelistrikan guna memastikan sistem yang lebih efisien dan andal. Upaya ini sejalan dengan visi perusahaan dalam menyediakan listrik yang berkualitas.

    “Dengan pemantauan yang rutin serta pengembangan yang berkelanjutan di ULTG Pangkalan Bun, kami optimis dapat mendukung penyediaan listrik yang stabil dan berkualitas,” ungkap Rizki.

    Dengan adanya langkah-langkah strategis ini, PLN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan kelistrikan di Indonesia, demi mendukung pembangunan nasional serta kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.(adv/firdaus)

    Editor : Amran

  • PLN Perkuat Keandalan Listrik Melalui Agenda Inspeksi Infrastruktur Kelistrikan, Pastikan Keamanan Kelistrikan Jelang Perayaan Cap Go Meh 2025

    PLN Perkuat Keandalan Listrik Melalui Agenda Inspeksi Infrastruktur Kelistrikan, Pastikan Keamanan Kelistrikan Jelang Perayaan Cap Go Meh 2025

    SINGKAWANG, klikkalsel.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban (UIP3B) Kalimantan melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pontianak terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di momen-momen perayaan hari besar.

    Hal tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan Inspeksi Infrastruktur Kelistrikan atau Care For Asset yang dilakukan di Unit Layanan Transmisi Gardu Induk (ULTG) Singkawang pada perayaan Cap Go Meh Tahun 2025 yang akan berpusat di Kota Singkawang 12 Februari 2025.

    Kegiatan Care For Asset ini langsung dipimpin oleh Erwin Anshori selaku Executive Vice President Transmisi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, bersama jajaran manajemen PLN UIP3B Kalimantan dan PLN UPT Pontianak pada Senin (10/02). Kunjungan kerja dilaksanakan di beberapa wilayah kerja yang dikelola pada ULTG Singkawang mulai dari Jaringan Transmisi (SUTT/SUTET) dan Gardu Induk (GI).

    Agenda ini bertujuan untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan menjelang perayaan Cap Go Meh 2025, sehingga dengan ini dapat mensukseskan perayaan tersebut. Erwin menekankan, pengelolaan infrastruktur kelistrikan merupakan tanggung jawab PLN dalam memberikan pelayanan yang terbaik terutama disaat momen-momen penting yang dirayakan oleh Masyarakat.

    “Untuk memastikan kelancaran momen istimewa pada perayaan Cap Go Meh 2025 memerlukan keandalan sistem yang aman dan terjaga. Kesiapan pada infrastruktur merupakan hal utama untuk mensukseskan jalannya perayaan tersebut. Hal ini merupakan bukti nyata komitmen kami untuk menjamin keandalan pasokan Listrik agar Masyarakat dapat menikmati perayaan Cap Go Meh 2025 dengan Listrik yang aman,” ungkap Erwin.

    Ditemui secara terpisah, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan mengungkapkan dukungannya dalam komitmen PLN dalam menjaga dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan selama perayaan Cap Go Meh tersebut.

    “Sinergi dan kesiapan tim di lapangan menjadi kunci utama dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan demi mendukung kelancaran setiap perayaan besar di Indonesia, termasuk perayaan Cap Go Meh 2025 di Singkawang. Melalui agenda inspeksi infrastruktur kelistrikan ini, kami memastikan bahwa seluruh sistem dalam kondisi optimal sehingga masyarakat dapat merayakan Cap Go Meh dengan nyaman bersama keluarga,” ujar Riko.

    Baca Juga : Pesatnya Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Kalimantan, PLN Catatkan 15% Pertumbuhan Listrik di Tahun 2024

    Baca Juga : PLN Siap Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis, Pastikan Kelistrikan Andal

    Dalam kunjungannya, Tim PLN Pusat bersama Manajemen UIP3B Kalimantan tidak hanya melakukan inspeksi aset dan peralatan kerja, tetapi juga berdiskusi langsung oleh tim lapangan yang bersiaga pada momen ini untuk mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan untuk menjaga keandalan sistem.

    Manager PLN UPT Pontianak, Darul Irfan, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memastikan keandalan sistem kelistrikan dan kesiapan tim di lapangan menghadapi berbagai kondisi. Termasuk dalam agenda momen-momen hari besar.

    “Kami telah membentuk tim siaga yang akan bertugas selama 24 jam pada perayaan ini, seluruh personil di lapangan berdedikasi secara penuh didukung oleh kinerja prima dari seluruh peralatan yang siap menghadapi potensi kendala menjadi bagian dari faktor kunci guna menjaga keandalan sistem kelistrikan. Dengan sinergi mumpuni dan rangkaian strategi yang telah disusun dengan matang, PLN senantiasa siap siaga berkontribusi mengamankan momen-momen penting,” jelas Darul.

    Melalui program Care for Asset, PLN memastikan bahwa aset kelistrikan tetap andal. Sementara personil yang bertugas selalu siap secara fisik, mental, dan kompetensi. Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya selama masa perayaan hari penting.

    Upaya meningkatkan kenyamanan pelanggan, PLN juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah akses layanan listrik. Seperti pengaduan gangguan, pengecekan tagihan, hingga permohonan pasang baru atau perubahan daya.(adv/firdaus)

    Editor : Amran

  • PLN Siap Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis, Pastikan Kelistrikan Andal

    PLN Siap Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis, Pastikan Kelistrikan Andal

    JAKARTA, klikkalsel.com – PT PLN (Persero), sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mendukung program strategis Presiden Republik Indonesia dengan menyediakan pasokan listrik andal untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). PLN pastikan keandalan suplai listrik di 238 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG di 31 provinsi, dengan total kebutuhan daya lebih dari 4 Megavolt Ampere (MVA).

    Menteri BUMN, Erick Thohir, menegaskan bahwa perusahaan BUMN harus mengambil bagian dalam mendukung program-program pemerintah yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

    “Presiden Prabowo telah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor termasuk kontribusi aktif BUMN dalam program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan BUMN memiliki peran strategis sesuai bidangnya,” ungkapnya.

    Sebagai tindak lanjut, Erick memastikan setiap BUMN, berperan aktif dalam mendukung visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan generasi unggul yang sehat dan berdaya saing.

    “Kami meminta PLN untuk menyiapkan infrastruktur listrik yang andal sebagai sumber energi bagi SPPG atau Dapur MBG, termasuk menjangkau desa-desa, guna memastikan kelancaran pelayanan program Makan Bergizi Gratis,” ungkap Erick.

    Baca Juga Pesatnya Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Kalimantan, PLN Catatkan 15% Pertumbuhan Listrik di Tahun 2024

    Baca Juga Dukung Tranformasi Pertanian Modern, Electrifying Agriculture PLN Raih 53.539 Pelanggan Baru di Tahun 2024

    Kementerian BUMN, bersama Badan Gizi Nasional, akan membentuk _Project Management Office_ (PMO) untuk mengkoordinasikan peran BUMN yang terlibat, sesuai dengan tugas, wilayah, dan kontribusinya masing-masing. Langkah ini bertujuan memperluas cakupan penerima manfaat program MBG.

    Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa sebagai BUMN yang diberi mandat untuk menyediakan infrastruktur kelistrikan yang andal, PLN siap mendukung penuh pelaksanaan Program MBG yang sejalan dengan komitmen PLN terhadap prinsip _Environmental, Social, and Governance_ (ESG).

    “Seluruh unit kami siap mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Seluruh petugas kami sudah memastikan keandalan listrik di setiap titik, baik itu di fasilitas produksi makanan bergizi, fasilitas penyimpanan hingga lokasi distribusi,” ujar Darmawan.

    Darmawan menambahkan bahwa proyeksi beban puncak nasional tertinggi sepanjang tahun 2025 mencapai 50,1 Gigawatt (GW) dengan daya mampu pasok sebesar 52,9 GW, sehingga kondisi sistem kelistrikan nasional masih sangat aman.

    “PLN menjamin kebutuhan listrik di lokasi-lokasi SPPG atau Dapur MBG dapat terpenuhi dengan baik. Hal ini meliputi penyediaan infrastruktur kelistrikan, peningkatan kapasitas, hingga pemeliharaan jaringan listrik yang optimal,” pungkas Darmawan.

    Ditemui terpisah, Riko Ramadhano Budiawan, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, mendukung penuh inisiatif pemerintah dalam penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis.

    “Kami terus memastikan kesiapan pasokan listrik di setiap titik layanan agar program ini dapat berjalan tanpa hambatan. Hal ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui infrastruktur kelistrikan yang andal,” ujarnya.(adv/firdaus)

    Editor : Amran

  • Presiden Prabowo Resmikan Proyek Strategis Ketenagalistrikan Terbesar di Dunia

    Presiden Prabowo Resmikan Proyek Strategis Ketenagalistrikan Terbesar di Dunia

    SUMEDANG, klikkalsel.com – Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, meresmikan 37 proyek ketenagalistrikan mulai dari pembangkit, jaringan transmisi sampai dengan gardu induk yang tersebar di 18 provinsi se-Indonesia.

    Seremoni peresmian proyek strategis ketenagalistrikan terbesar ini dilakukan Presiden Prabowo di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede, Sumedang, Jawa Barat pada Senin (20/1). Dari 26 pembangkit listrik yang diresmikan, 89 persennya bersumber dari pemanfaatan potensi energi bersih.

    “Pada hari ini saya mendapat kehormatan besar dan saya sangat bangga dapat hadir di Jatigede ini dalam rangka meresmikan kelompok proyek-proyek besar di 18 provinsi. Mungkin ini peresmian proyek energi terbesar di dunia mungkin yang kita resmikan, 3,2 Gigawatt (GW) sekaligus,” ungkap Presiden Prabowo.

    Secara rinci, proyek yang diresmikan meliputi 26 pembangkit listrik dengan total kapasitas 3.222,75 Megawatt (MW) dan 11 jaringan transmisi dan gardu induk sepanjang 739,71 kilometer sirkit (kms) dengan kapasitas 1.740 Megavolt Ampere (MVA). Hadirnya infrastuktur ini akan memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan pemerataan pasokan listrik, serta mendukung pengembangan sektor industri dan perekonomian daerah.

    Pada peresmian ini, Presiden Prabowo turut didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, dan Gubernur Jawa Barat Terpilih Dedi Mulyadi.

    Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pengembangan sektor ketenagalistrikan sebagai bagian dari swasembada energi berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Betapa penting energi yang kita butuhkan untuk melangsungkan transformasi bangsa kita. Kita ingin menjadi negara modern, negara maju. Kita ingin meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Kita ingin menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia, untuk itu kita butuh untuk menjadi negara industri,” imbuh Prabowo.

    Baca Juga Gebrakan 100 Hari, Presiden Prabowo Resmikan 37 Proyek Ketenagalistrikan Nasional sebagai Fondasi Mengejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

    Baca Juga Menteri Nusron Siap Sukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto

    Prabowo juga menekankan sebagai negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, Indonesia terus melakukan transformasi ke energi yang ramah lingkungan, pengembangan energi terus dilakukan dengan berorientasi kepada energi baru dan terbarukan (EBT).

    “Untuk itu energi sangat vital, kita punya sumber alam yang cukup besar dan kita sekarang punya kemampuan untuk melakukan transformasi ini. Untuk itu saya kira kita sekarang ini menjadi salah satu di dunia negara yang mungkin termasuk paling maju di bidang transformasi energi menjadi energi terbarukan,” ujarnya.

    Sementara itu Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi secara masif adalah kunci untuk mendukung swasembada energi.

    “(Peresmian ini) dalam rangka menerjemahkan apa yang menjadi komitmen Bapak Presiden untuk melakukan transisi energi dari energi fosil kepada energi baru terbarukan. Dan ini adalah salah satu (proyek ketenagalistrikan) terbesar di dunia yang kita resmikan bersama-sama,” tegas Bahlil.

    Bahlil menambahkan, seiring dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen, penyediaan energi listrik yang sustainable akan terus digenjot, untuk itu pemerintah terus mendukung pengembangan infrastruktur listrik yang berbasis EBT.

    “Ke depan kita akan menambah 71 GW atau 71.000 MW dengan jaringan kurang lebih sekitar 48 ribu kms, 48 ribu kms itu kalau dia berbanding lurus, kurang lebih sekitar 8.000 km,” imbuh Bahlil.

    Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN berkomitmen penuh untuk menyukseskan visi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi dan pertumbuhan ekonomi. Dukungan ini diwujudkan dengan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang berfokus kepada EBT.

    “PLN siap menjalankan penugasan dari pemerintah untuk bisa memberikan akses listrik yang merata untuk seluruh masyarakat. Terlebih dari itu, upaya ini menjadi langkah PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan pemerintah melalui swasembada energi,” kata Darmawan.

    Darmawan juga menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin baik antara PLN dengan Pemerintah, sehingga tantangan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini dapat diatasi dengan baik.

    “Terima kasih kepada pemerintah yang telah mendukung upaya PLN mewujudkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat, sehingga tantangan dan hambatan proyek mampu diselesaikan secara cepat bersama,” imbuh Darmawan.

    Darmawan merinci, 89 persen pembangkit berbasis energi bersih yang diresmikan terdiri dari: PLTA dengan kapasitas total 284 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) 29,98 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) 41,52 MW, PLTS 50,25 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) 27 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) 2.380 MW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 60 MW.

    “Proyek strategis ketenagalistrikan ini tidak hanya akan memberikan suplai listrik yang andal untuk masyarakat, tetapi juga akan mendukung perekonomian dan menciptakan ribuan lapangan kerja baru,” pungkas Darmawan.

    Ditemui secara terpisah, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Abdul Salam Nganro menegaskan komitmen PLN dalam mendukung pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan yang berbasis energi bersih, termasuk di wilayah Kalimantan.

    “Peresmian proyek strategis ini menjadi bukti nyata transformasi energi yang tengah berlangsung di Indonesia. Sebagai bagian dari PLN, kami di UIP3B Kalimantan siap menjalankan amanah dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan, memastikan pasokan energi yang berkelanjutan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri di Kalimantan,” ungkap Salam.(adv/firdaus)

    Editor : Amran

  • Gebrakan 100 Hari, Presiden Prabowo Resmikan 37 Proyek Ketenagalistrikan Nasional sebagai Fondasi Mengejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

    Gebrakan 100 Hari, Presiden Prabowo Resmikan 37 Proyek Ketenagalistrikan Nasional sebagai Fondasi Mengejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

    JAKARTA, klikkalsel.com – Pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tancap gas mempersiapkan pembangunan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional 8%. Tidak tanggung-tanggung, dalam 100 hari masa pemerintahannya, diresmikan 37 proyek ketenagalistrikan terdiri dari pembangkit, transmisi, dan gardu induk di 18 provinsi, pada Senin (20/01) di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede, Sumedang, Jawa Barat. Langkah inipun tercatat sebagai peresmian proyek ketenagalistrikan terbesar di dunia.

    Presiden Prabowo menekankan pentingnya penguatan sektor ketenagalistrikan sebagai bagian dari swasembada energi demi kesejahteraan rakyat. Pembangkit-pembangkit baru berkapasitas total 3.222,75 MW dan telah beroperasi ini menjadi sumber pasokan kelistrikan untuk memenuhi kebutuhan industri dan melistriki kawasan pembangunan baru, termasuk wilayah-wilayah terpencil.

    “Kita ingin menjadi negara modern, negara maju. Kita ingin meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Kita ingin menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Untuk itu kita butuh untuk menjadi negara industri,” ungkap Prabowo.

    Baca Juga Menteri Nusron Siap Sukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto

    Baca Juga Dukung Tranformasi Pertanian Modern, Electrifying Agriculture PLN Raih 53.539 Pelanggan Baru di Tahun 2024

    Prabowo juga menyampaikan pentingnya pemanfaatan potensi EBT guna memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Dia yakin bahwa ketersediaan pasokan listrik yang andal, bersih, dan terjangkau membuat industri akan semakin tumbuh subur dan investasi akan mengalir ke Indonesia.

    “Bangsa kita harus melakukan transformasi ke arah hilirisasi, ke arah industrialisasi secara besar-besaran. Kita akan mulai puluhan proyek-proyek besar tahun ini juga dengan kekuatan bangsa Indonesia sendiri,” jelas Prabowo.

    Prabowo menambahkan, “Kita harus menjadi negara yang bisa mengolah sumber daya alam kita menjadi barang jadi, menjadi barang industri. Untuk itu, energi sangat vital.”

    Dia juga menegaskan bahwa Indonesia memulai puluhan proyek-proyek besar tahun ini juga dengan kekuatan bangsa Indonesia sendiri. Presiden Prabowo optimistis target 8% akan tercapai melalui percepatan industrialisasi dan hilirisasi.

    “Dengan kemampuan kita, kita akan menuju ke swasembada energi dalam waktu yang tidak lama,” terang Prabowo.

    Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan secara masif adalah kunci kesiapan pertumbuhan ekonomi 8%. Peresmian proyek ketenagalistrikan ini menjadi langkah nyata Pemerintah untuk mencapai target tersebut.

    “Dari 37 proyek tersebut, nilai investasinya Rp72 triliun. (Ini) dalam rangka menerjemahkan kebijakan Bapak Presiden untuk kita menyiapkan infrastruktur listrik, mencapai pertumbuhan ekonomi kita di sekitar 8%,” ujar Bahlil.

    Selain itu, guna mencapai target 8%, Kementerian ESDM telah menyiapkan rancangan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) ke depan. Bahlil juga mengatakan pentingnya membangun transmisi untuk menyalurkan listrik dari pembangkit-pembangkit EBT ke pusat-pusat demand. Ini dilakukan supaya konsumsi listrik per kapita melompat menjadi 6.000 sampai 6.400 kWh per kapita per tahun.

    “Kita memang punya kekayaan sumber daya alam untuk pembangkit listrik tenaga matahari, air, angin, maupun yang lain-lain. Tapi problem kita sekarang adalah jaringan yang dulu dipasang tidak didesain untuk menjemput tempat-tempat di mana kita membangun pembangkit EBT. Karena itu kita mendorong untuk membangun jaringan ke depan, kurang lebih sekitar 8.000 kilometer,” imbuhnya.

    Keberadaan 37 proyek ketenagalistrikan yang baru diresmikan ini juga akan meningkatkan keandalan dan kecukupan daya listrik saat ini serta mengurangi konsumsi BBM secara signifikan.

    Beberapa pembangkit seperti PLTA Jatigede 110 Megawatt (MW), PLTA Asahan 3 174 MW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN 50 Megawatt Alternating Current (MWac) akan menjadi tulang punggung kelistrikan di wilayah masing-masing. Hal ini tentunya akan mendorong peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja baru, dan tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat.

    Sementara, 11 proyek transmisi dan gardu induk yang telah beroperasi akan langsung memperkuat keandalan pasokan listrik dan mendukung percepatan industrialisasi dan hilirisasi. Salah satunya adalah Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) GI Kolaka – PT Antam Pomala sepanjang 36,96 kilometer sirkuit (kms) dan GI 150 kV Kolaka Ext yang menyuplai listrik ke industri pengolahan nikel.

    Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menyatakan siap melaksanakan komitmen Pemerintah dan rencana usaha di sektor ketenagalistrikan yang disusun oleh Kementerian ESDM.

    “Kami di PLN terus membangun kapasitas SDM yang semakin mumpuni, organisasi yang semakin lincah, serta kolaborasi yang semakin luas dengan berbagai negara dan perusahaan nasional maupun multinasional. Sehingga PLN sebagai pengelola sektor kelistrikan nasional menjadi semakin kuat, keuangannya kian sehat, dan geraknya makin trengginas,” pungkas Darmawan.

    Tiga puluh tujuh proyek strategis ketenagalistrikan yang diresmikan oleh Presiden RI kali ini meliputi 26 pembangkit listrik dengan total kapasitas 3.222,75 MW dan 11 jaringan transmisi dan gardu induk sepanjang 739,71 kms dengan kapasitas 1.740 Megavolt Ampere (MVA).

    Terpisah, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Abdul Salam Nganro menyambut positif langkah pemerintah dalam meresmikan 37 proyek ketenagalistrikan nasional sebagai fondasi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%.

    “PLN UIP3B Kalimantan turut mendukung dengan menjaga keandalan sistem transmisi melalui penguatan pengawasan operasional, langkah ini tidak hanya mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari kehadiran infrastruktur ketenagalistrikan yang baru,” tambah Salam.(adv/firdaus)

    Editor : Amran

  • Pesatnya Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Kalimantan, PLN Catatkan 15% Pertumbuhan Listrik di Tahun 2024

    Pesatnya Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Kalimantan, PLN Catatkan 15% Pertumbuhan Listrik di Tahun 2024

    BANJARBARU, klikkalsel.com – Kalimantan mencatatkan pencapaian signifikan dalam pertumbuhan ekonomi di tahun 2024, yang sejalan dengan peningkatan kebutuhan energi listrik di wilayah Kalimantan.

    PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban (UIP3B) Kalimantan melaporkan adanya pertumbuhan konsumsi listrik sebesar 15% dibandingkan tahun 2023. Hal ini menjadi indikator penting bagi meningkatnya aktivitas ekonomi, khususnya di sektor industri, perdagangan, dan rumah tangga. (22/01)

    General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Abdul Salam Nganro, menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi listrik ini tidak terlepas dari pesatnya pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Pertumbuhan konsumsi listrik sebesar 15% menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Kalimantan terus meningkat. Kami mencatat bahwa pemakaian listrik paling tinggi terjadi di waktu malam, dengan beban puncak tertinggi tercatat pada bulan September 2024. Ini mencerminkan tingginya kebutuhan energi untuk mendukung kehidupan masyarakat serta dunia usaha,” ungkapnya.

    Baca Juga Kondisi Banjir Ganggu Aktivitas Belajar Mengajar, Sejumlah Sekolah Melakukan PJJ

    Baca Juga Puluhan Rumah Warga di Kelurahan Pemurus Dalam Terendam Banjir, Sejumlah Warga Mengungsi

    Beban puncak malam yang mencapai titik tertinggi di bulan September 2024 dipicu oleh peningkatan aktivitas industri, perayaan hari besar, dan kondisi cuaca yang mendorong konsumsi energi, khususnya untuk penerangan dan pendingin ruangan. Hal ini menunjukkan pentingnya keandalan pasokan listrik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang dinamis.

    Untuk menghadapi lonjakan kebutuhan listrik, PLN telah melakukan berbagai upaya strategis sepanjang tahun 2024. Salah satunya adalah penguatan infrastruktur kelistrikan melalui pembangunan gardu induk baru, peningkatan jaringan transmisi, serta optimalisasi pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).

    “Keberhasilan kami menjaga keandalan listrik di tengah pertumbuhan konsumsi ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh tim UIP3B Kalimantan. Dengan dukungan infrastruktur yang kuat, kami memastikan bahwa kebutuhan energi masyarakat Kalimantan, baik untuk rumah tangga maupun industri, dapat terpenuhi secara optimal,” tambah Salam.

    UIP3B Kalimantan juga terus mendorong efisiensi dan inovasi teknologi untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan. Program digitalisasi kelistrikan menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan respons cepat terhadap kebutuhan pelanggan di wilayah Kalimantan.

    Dengan capaian ini, PLN optimis dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi di Kalimantan pada tahun-tahun mendatang. Sebagai mitra strategis pembangunan, PLN berkomitmen menyediakan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat di Kalimantan.(adv/firdaus)

    Editor : Amran

  • Dukung Tranformasi Pertanian Modern, Electrifying Agriculture PLN Raih 53.539 Pelanggan Baru di Tahun 2024

    Dukung Tranformasi Pertanian Modern, Electrifying Agriculture PLN Raih 53.539 Pelanggan Baru di Tahun 2024

    JAKARTA, klikkalsel.com – Program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN (Persero) menunjukkan kinerja mentereng sepanjang tahun 2024. Program PLN khusus untuk sektor pertanian, perikanan, perkebunan hingga peternakan ini tercatat telah dimanfaatkan oleh total 300.535 pelanggan, naik 53.539 pelanggan dibanding tahun 2023 yang sebanyak 246.996 pelanggan.

    Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa program EA dirancang untuk mendorong modernisasi agrikultur di Indonesia dengan adopsi teknologi pertanian modern berbasis listrik. Melalui program ini, para petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan penghasilan secara signifikan.

    “Melalui program ini, kami berupaya menciptakan Creating Shared Value (CSV) yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan pemanfaatan teknologi agrikultur berbasis listrik, ekosistem pertanian menjadi lebih modern, yang kemudian berdampak pada peningkatan produktivitas petani,” ujar Darmawan.

    Sepanjang tahun 2024, total daya tersambung dalam Program EA PLN mencapai 4.203,36 Mega Volt Ampere (MVA), dengan konsumsi listrik mencapai 6,17 Terawatt Hour (TWh).

    Hal ini berdampak positif pada peningkatan penjualan tenaga listrik pelanggan EA yang tumbuh sebesar 10,15% dan diiringi pertumbuhan pendapatan yang meningkat sebesar 9,35% Year on Year (YoY).

    Baca Juga Wujud Negara Hadir, Pemerintah dan PLN Berhasil Listriki 99,92 Persen Desa di Seluruh Indonesia

    Baca Juga Salurkan 165 Program Bantuan di Tahun 2024, YBM PLN UIP3B Kalimantan Sejahterakan 6.830 Penerima Manfaat

    “Lewat Program EA, PLN berdedikasi untuk menjamin akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua. Kami juga ingin berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan di Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat, serta memastikan ketahanan pangan dengan gizi yang sehat, sesuai dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” imbuh Darmawan.

    Komandan Satuan Tugas Pertahanan Pangan (Dansatgas Hanpangan) Kementerian Pertanian RI, Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani memaparkan, penggunaan pompa air listrik diproyeksikan dapat menghemat biaya operasional petani dan meningkatkan efisiensi waktu. Dengan suplai listrik andal dari program EA PLN, strategi ini diharapkan memberikan dampak signifikan untuk ketahanan pangan di masyarakat.

    “Targetnya, dengan adanya EA, produktivitas petani dapat meningkat. Menggunakan pompa listrik akan lebih hemat biayanya dibandingkan dengan menggunakan pompa air dengan bahan bakar solar,” ujar Ahmad.

    Sementara itu, manfaat Program EA PLN dirasakan langsung oleh Kelompok Tani Mekar Sari Desa Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur. Ketua Kelompok Tani Mekar Sari, Gatot (59) mengatakan bahwa kehadiran listrik ke persawahan berhasil menghemat biaya operasional petani hingga 300%.

    “Dengan menggunakan pompa listrik, kami para petani dapat menghemat pengeluaran operasional jika dibanding menggunakan pompa diesel. Biasanya biaya yang dikeluarkan jika menggunakan pompa diesel adalah Rp1.500.000,- dengan pompa listrik biaya yang dibutuhkan hanya Rp500.000,- sehingga bisa meningkatkan produksi pertanian,” ungkap Gatot.

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudi Prasetya mengatakan kehadiran listrik PLN melalui Program EA memungkinkan petani menggunakan sistem pengairan sumur, sehingga meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi lebih dari 300.

    ”Ponorogo saat ini masuk menjadi objek Panen Raya IP 200, IP 300 dan IP 400 di mana ini semua adalah efek dari listrik masuk sawah guna kebutuhan pengairan para petani,” terang Dydik.

    Ditemui pada kesempatan terpisah, Abdul Salam Nganro selaku General Manager PLN UIP3B Kalimantan mengatakan dukungannya pada program Electrifying Agriculture, dan program ini merupakan bukti nyata komitmen PLN dalam mendukung modernisasi sektor pertanian. Ia juga mengatakan harapannya pada program Electrifying Agriculture ini.

    “Electrifying Agriculture mencerminkan semangat PLN untuk menghadirkan solusi energi yang modern dan berkelanjutan. Kami percaya, akses listrik yang andal tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani, tetapi juga menjadi pondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan yang lebih kuat di Indonesia. Dengan memanfaatkan listrik yang andal dan efisien, program ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat luas”.(adv/firdaus)

    Editor : Amran

  • Wujud Negara Hadir, Pemerintah dan PLN Berhasil Listriki 99,92 Persen Desa di Seluruh Indonesia

    Wujud Negara Hadir, Pemerintah dan PLN Berhasil Listriki 99,92 Persen Desa di Seluruh Indonesia

    JAKARTA, klikkalsel.com – Pemerintah melalui PT PLN (Persero) terus berupaya menghadirkan listrik di semua wilayah di Indonesia. Hingga tahun 2024, Rasio Desa Berlistrik (RDB) sebesar 99,92% atau sebanyak 83.693 desa dan kelurahan telah berlistrik sebagai komitmen Pemerintah mewujudkan energi berkeadilan.

    Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberi mandat dalam ketenagalistrikan nasional, pihaknya berkomitmen untuk menyediakan listrik hingga seluruh pelosok tanah air.

    “Listrik merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat. Karena itu, sebagai bentuk pengejawantahan sila ke-5 Pancasila, kami berkomitmen menyediakan listrik yang andal serta memperluas jangkauan demi mewujudkan pemerataan energi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” ujar Darmawan.

    Darmawan merinci, dari total 83.693 desa yang sudah berlistrik, 77.942 desa di antaranya diterangi oleh listrik PLN. Sementara, sebanyak 3.127 desa bersumber dari listrik non-PLN dan 2.624 desa dengan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

    Baca Juga Salurkan 165 Program Bantuan di Tahun 2024, YBM PLN UIP3B Kalimantan Sejahterakan 6.830 Penerima Manfaat

    Baca Juga PLN Gelar Apel Nasional Bulan K3 2025 untuk Awali Tahun dengan Komitmen Keselamatan Kerja

    Penggalakkan program Listrik Desa juga sejalan dengan langkah nasional dalam mencapai Rasio Elektrifikasi 100%. Hingga Desember 2024 Rasio Elektrifikasi Nasional mencapai 99,83%.

    Upaya PLN tahun 2024 melalui program ini telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di 951 desa dengan jumlah 103.249 rumah tangga tersambung listrik. Kemudian berhasil membangun Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 4.438 kilometer sirkit (kms), Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 3.625 kms dan Gardu Distribusi sebesar 94.545 kiloVolt Ampere (kVA).

    Darmawan melanjutkan, petugas PLN juga harus menghadapi berbagai tantangan mulai dari jarak, cuaca, hingga topografi ekstrem dalam menghadirkan akses listrik secara merata ke seluruh wilayah. Namun demikian, tantangan tersebut tak membuat PLN gentar dalam menuntaskan mandat tersebut.

    “Para petugas selalu menunjukkan dedikasi dalam bekerja. Hal ini menjadi bukti bahwa PLN terus berkomitmen sebagai sumber terang bagi masyarakat Indonesia, dedikasi dan spirit kami adalah senyuman dari masyarakat yang dapat merasakan listrik 24 jam nonstop. Untuk itu kami terus berupaya dan bersinergi dengan pemerintah serta berbagai stakeholder guna meningkatkan rasio elektrifikasi ini sehingga seluruh masyarakat Indonesia bisa merasakan terang,” pungkas Darmawan.

    Terpisah, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Abdul Salam Nganro menyampaikan dukungannya terhadap program ini sebagai bukti nyata kehadiran PLN dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

    “Keberhasilan ini mencerminkan komitmen Pemerintah dan PLN dalam memastikan akses listrik menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Kami di PLN UIP3B Kalimantan merasa bangga bisa menjadi bagian dari langkah besar ini, karena listrik bukan hanya soal energi, tetapi juga harapan dan peningkatan taraf hidup masyarakat,” ungkap Salam.(adv/firdaus)

    Editor : Amran