Kasus Kematian Ibu dan Bayi Tahun 2017 Menurun

BANJARMASIN, klikkalsel – Angka kematian ibu dan anak saat proses persalinan masih menjadi hal yang sangat menakutkan.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat kasus kematian ibu dan anak tahun 2016 tercatat ada 92 kasus kematian ibu. Sementara ada 811 kasus kematian bayi.

Sejak Januari hingga Agustus 2017, terjadi penurunan. Data yang dirilis Dinkes Kalsel mencata ada 48 kasus kematian ibu, serta 441 kasus kematian bayi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kalsel, Sukamto. (foto : baha/klikkalsel)

“Pada tahun 2016 tercatat ada 903 kasus untuk kematian ibu dan anak, sedangkan untuk 2017 sampai bulan Agustus terjadi penurunan dengan 489 kasus,” jelas Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kalsel, Sukamto saat ditemui diruang kerjanya, Senin (11/10/2017).

Angka kematian ibu ditaambahkannya kebanyakaannya disaat menjelang dan selama proses persalinan. Hal tersebut disebabkan oleh pendarahan yang terjadi saat proses penyalinan disebut penyakit Eklampsia.

“Serta faktor kesiapan sang ibu saat melakukan proses penyalinan,” ucapnya.

Sebenarnya kata dia, berdasarkan data kesehatan, para ibu diwajibkan untuk melakukan proses persalinan itu harus berumur minimal 20 tahun, tetapi kenyataan yang diterima, banyak anak muda dibawah umur sudah menikah dan melakukan proses persalinan.

“Untuk itu, kami dari Dinkes Kalsel berupaya agar para ibu bisa bersiap untuk membangun rumah tangga dan melahirkan diumur yang tepat,” bebernya.

Bahkan kata dia, agar tidak mengalami penyakit Eklampsia yang diderita ibu selama kehamilan atau sesaat setelah melahirkan, agar para ibu rutin melakukan cek kesehatan buah hatinya. Minimal empat kali selama waktu kehamilan sembilan bulan.

“Pada tiga bulan pertama minimal satu kali, enam bulan pertama dua kali, sedangkan untuk menjelang kehamilan sembilan bulan dilakukan 1 kali, jadi totalnya ada empat kali,” jelasnya.

Selain iut, para ibu hamil agar mengkonsumsi makanan yang bergizi dan minum tablet tambah darah. Kedua hal itu dilakukan agar tidak kekurangan darah saat proses penyalinan, serta menambah energi saat melahirkan.(baha)

Editor : Amran

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.