Ternyata hal tersebut membuat pelaku tersinggung dan mengatakan “apa ikam cangang-cangangā yang kemudian dijawab korban dengan ucapan “tidak apa-apa”.
Tetapi pelaku bersikeras tidak terima karena korban menoleh ke arahnya, hingga kemudian sempat terjadi cek-cok diantara keduanya.
“Melihat pelaku berdiri, korban juga ikut berdiri dan melepaskan jaketnya. Tetapi saat itu korban dibujuk oleh temannya agar jangan berkelahi dan melawan hingga akhirnya korban kembali mengenakan jaketnya,” lanjutnya.
Tetapi pelaku yang sudah emosi dan tidak terima lalu mengambil 2 balok papan kecil yang kemudian dilemparkannya kearah korban dan temannya, namun berhasil dihindari. Tak berhenti disitu, pelaku juga sempat melemparkan ban bekas ke arah korban, namun kembali tidak mengenai sasaran.
Korban dan temannya sempat hendak meminta maaf kepada pelaku. Namun ditolak oleh pelaku dan mengatakan ājangan kemana-mana buhan ikam, disini hajaā sambil menghalangi sepeda motor milik korban.
Korban dan temannya kembali berusaha untuk meminta maaf kepada pelaku, tetapi saat itu pelaku hanya menerima maaf dari teman korban. Sedangkan permintaan maaf dari korban ditolak oleh pelaku sembari berucap ākenapa muha ikam kaya ituā.
Baca Juga :Ā HMI Banjarmasin Minta Kepolisian Usut Tuntas Kasus Penusukan Mahasiswa ULM.
Kemudian tidak berapa lama datang 2 orang teman pelaku dengan menggunakan sepeda motor Scoopy warna putih. Salah seorang teman pelaku pertama yang tak lain adalah pelaku kedua, Wahyu yang duduk di jok belakang langsung berlari mendekati korban sambil membawa sebilah pisau.
“Saat itu pelaku kedua sempat berusaha menikam korban yang hampir mengenai teman korban. Kemudian pelaku pertama mengingatkan pelaku kedua, sambil menunjuk ke arah korban,” imbuhnya.





