Kapolda Kalsel Tinjau Ketersedian Pangan Jelang Tahun Baru

Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Drs Rachmat Mulyana melakukan oprasi pasar jelang natal dan tahun baru. (Humas Polda Kalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel– Polda Kalsel bersama Dinas Perdagangan Kalsel, melakukan operasi pasar guna menjaga stabilisas harga dan stok bahan pangan pokok jelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Drs Rachmat Mulyana melakukan oprasi pasar jelang natal dan tahun baru. (foto : Humas Polda Kalsel)

Operasi yang dimulai di Pasar Antasari kemudian dilanjutkan ke Pasar Beras Teluk Kelayan dan diakhiri di Pasar Lima Banjarmasin dalam rangka mengatasi kelangkaan sejumlah bahan pokok menjelang pergantian tahun.

“Sampai sejauh ini tidak ada kenaikan, bahkan harga di pasar Banjarmasin, lebih murah dibandingkan di Jawa seperti beras, minyak curah dan bawang,” ucap Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Drs Rachmat Mulyana, Jumat (15/12/2017).

Kapolda Kalsel yang juga menjabat Kepala Satgas Pangan menyampaikan, sejauh ini untuk pasokan bahan pangan pokok masih bisa dikendalikan atau bisa dibilang aman, setidaknya pada 3 sampai 7 bulan kedepan.

Seperti yang diketahui, Kalsel menempati rangking ke 2 untuk pengendalian pangan, hal tersebut menjadi bukti bahwa pihak Polri dan TNI akan terus memantau harga dan pasokan bahan pokok.

Hal tersebut diantisipasi agar tidak mengalami peningkatan harga saat menjelang perayaan hari besar nanti.

“Selama saya masih menjabat Kepala Satgas Pangan, maka kegiatan seperti ini akan jadi rutinitas rutin setiap tahunnya,” sebutnya.

Kapolda juga mengimbau agar pedagang tidak menimbun atau menaikkan harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru.

Senada dengan Kapolda, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, H Birhasani tidak merasa khawatir dalam 3 bulan kedepan, sebab untuk harga dan stok kesediaan bahan pangan dalam menghadapi Tahun Baru 2018, sudah mencukupi. Justru kata dia, kekhawatiran terbesar terlihat pada gas elpiji 3 Kg.

“Dalam waktu dekat ini, saya sudah 3 kali turun kelapangan, untuk perkembangan bahan pokok stabil, yang terlihat menonjol cuma gas elpiji 3 Kg,” ujarnya.

Sementara itu, Hj Nurliani sebagai distributor bawang di Kalsel mengatakan stabil untuk harga, dan stok bawang menjelang akhir tahun 2017.

Sebab untuk pengiriman bawang tidak ada keterlambatan, dan untuk harga bawang masih sama dengan harga dipulau Jawa.

Bahkan dalam satu hari ada 1.000 karung bawang yang terjual, diantara stok bawang datang sekitar 1.000 sampai 2.000 karung perharinya.

Lanjutnya untuk, harga bawang merah 15 ribu/Kg yang dikirim langsung dari Bima, dan harga bawang putih 12 sampai 13 ribu/Kg yang dikirim langsung dari Negeri Cina.(baha)

Editor : Amran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.