Banjarmasin

Ini Riwayat Syech Ibrahim, Tentang Maulid

BANJARMASIN, klikkalsel– Rabiul awal merupakan bulan ketiga dalam penanggalan Hijriyah atau sering disebut dengan bulan Maulid. Dibulan ini, banyak keutamaan dibanding dengan bulan lainnya.

Karena dibulan ini terjadi dua peristiwa besar yang sangat penting dan diyakini oleh umat Islam diseluruh belahan dunia. Yakni, Allah SWT menciptakan seorang laki-laki pemimpin umat, serta dibulan ini pula Allah SWT mengambil arwah suci dari orang paling mulia yaitu, Nabi Besar Muhammad SAW.

Allah SWT menciptakan kekasihnya (Rasulullah SAW) pada hari Senin 12 Rabiul Awal di Kota Makkah. Hingga kini, umat Islam tak pernah luput menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang menjadi tauladan bagi kehidupan manusia sehari-hari.

Pimpinan Majelis Ta’lim Miftahus Surur, Habib Muhammad Rafiq bin Lukman Alkaff dan penulis.

Habib Muhammad Rafiq bin Lukman Alkaff saat ditemui klikkalsel mengatakan, adapun perayaan Maulid Baginda Rasullah SAW, terdapat berbagai pendapat dari ulama atas dasar bid’ah, namun bid’ah hasanah yang mendatangkan kebaikan kepada umat Islam.

“Menggelar Maulid Nabi sebagian jumhur ulama berpendapat merupakan bid’ah hasanah” ujar Pimpinan Umum Majelis Ta’lim Miftahus Surur ini, Minggu (19/11/2017).

Menurutnya ada riwayat kuat yang berasal dari Syech Ibrahim bin Abdul Kabir Alkattani yang berbunyi, Rasulullah SAW bersabda “Jadikan olehmu hari kelahiranku sebagai hari raya bagi kamu dan bacalah shalawat serta salam atasku, niscaya kalian akan mendapatkan safaat dariku di hari kiamat”.

“Walaupun riwayat tersebut tidak masuk dalam Kitab Kutubus Sittah, namun shahih dan Alhafiz Abu Ishaq yang merupakan salah satu guru dari Imam Al Bukhari berkomentar bahwa hadist di atas berada pada tingkat mutawatir” tutur Habib Muhammad Rafiq bin Lukman Alkaff.

Ia juga menerangkan, salah satu sahabat yaitu Saiyidina Umar berkata “Barang siapa membesar-besarkan Maulid Nabi Muhammad SAW, maka sesungguhnya dia menghidupkan Islam”.

Oleh karena itu ia mengingatkan, bagi kaum muslimin yang ingin merayakan Maulid, maka lakukanlah. Mengenai adanya pihak yang tidak sepakat dengan ini maka dirinya mengajurkan tidak usah mencela.

“Yang suka Maulid teruskan, itu bagus, yang tidak suka Maulid, tidak usah ribut. Yang masih mabuk saja banyak, masa yang sholawatan diributin,” pungkasnya.(david)

 

Editor : Amran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top