Hari Ketiga Banjir Rob, Volume Air Semakin Tinggi

Sampah di TPS Jalan Jafri Zam-zam terbawa air hingga tutup separuh badan jalan. (foto:airlangga/klikkalsel.com)

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Naiknya air sungai atau banjir rob akibat anomali cuaca yang dipengaruhi pasang air laut akibat La Nina masih berlangsung di Banjarmasin dan diprediksi terjadi hingga beberapa hari kedepan.

Pantauan media klikkalsel.com hari ketiga dibeberapa wilayah Banjarmasin, terjadi peningkatan debit atau volume air dari malam-malam sebelumnya.

Bahkan genangan tersebut diperparah adanya guyuran hujan yang mengakibatkan air semakin meningkat.

Kepada media klikkalsel.com seorang pedagang pentol keliling yang ada di kawasan Jalan Jafri Zam-zam, Mansah menilai, bahwa malam ketiga ini air terbilang lebih tinggi dan cepat naik dibanding malam sebelumnya.

“Tadi saya kelilingkan dari kawasan Belitung, Alalak, dan Rawasari, saya rasa air semakin cepat naik dari malam sebelumnya,” katanya kepada media ini, Rabu (8/12/2021) sekitar pukul 00.30 Wita sebelum hujan turun.

Akibat tingginya banjir rob ini, Mansah juga mengaku kesulitan mengayuh gerobak sepedanya untuk pulang dari biasanya.

“Biasanya 11.30 malam sudah dirumah, tapi karena banyak genangan yang dilalui agak berat mengayuh, sehingga beberapa hari ini pulang agak larut dari biasanya,” tuturnya.

Kondisi ini dimanfaatkan beberapa pemilik mobil yang memanfaatkan tingginya air untuk mencuci mobilnya.

Sementara itu, masih di kawasan Jalan Jafri Zam-zam salah satu pedagang nasi, Farin yang berada di seberang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) merasa sedikit terganggu dengan adanya fenomena tersebut.

Baca juga: Sejumlah Kawasan Terendam Banjir Rob, Warga Keluhkan Program Normalisasi Sungai Tak Merata

Sebab, sampah yang menumpuk dan belum diangkut oleh petugas sebagian terbawa oleh air yang menutup separuh badan jalan dan sebagian terseret ke tempat ia berjualan.

“Air ini mungkin lebih tinggi dan cepat naik dari malam sebelumnya, terbukti sampah sampah ini pada terbawa arus kesini dan sebagian menutup separuh badan jalan,” ujarnya.

Ia juga memprediksi, melihat kondisi air diperkirakan akan mulai surut sekitar pukul 02.00 Wita.

“Bahkan ada kemungkinan hingga siang,” timpanya.

Adapun wilayah di Banjarmasin yang mengalami peningkatan volume air atau debit diantaranya di kawasan bantaran sungai seperti di kawasan Kecamatan Banjarmasin Utara meliputi, Jalan Sungai Jingah, Sungai Miai, Sungai Andai, Antasan Kecil Timur atau Kampung Arab, Alalak Utara.

Kemudian Jalan Zafri Zam-zam, Rawasari, Belitung Selatan, Kuin Selatan Simpang Anem dan Teluk Dalam.

Turut terpantau, Pengambangan, Benua Aunyar, Seberang Masjid, Kelayan A dan Kelayan B, Mantuil hingga Basiri.

Selain itu, klikkalsel.com juga menghimpun informasi yang beredar di sejumlah grup Relawan Rescue, dimana saat hujan turun terdapat beberapa masalah lain seperti pohon tumbang, trafo meledak dan kabel listrik yang putus, hingga mengeluarkan percikan api.

Hal tersebut, diduga karena guyuran hujan yang sangat deras disertai petir dan angin kencang ditambah volume air semakin tinggi.

Andi Staf BPBD Kota Banjarmasin saat dikonfirmasi mengatakan, volume air di hari ketiga lebih tinggi dibanding malam sebelumnya, kondisi ini diperparah dengan derasnya guyuran hujan.

“Saat ini tim sedang monitoring ke lapangan,” ujarnya.

Kemudian, ia juga menginformasikan untuk pasang tertinggi air laut puncaknya diprediksi akan terjadi pada Kamis, (9/12/2021). Dengan ketinggian pasang 2,37 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL)

“Jadi masih ada kenaikan dari minggu (6/12/2021) 2,11 MDPL hingga masih ada penambahan sekitar 0,26 MDPL,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati, khususnya bagi yang tinggal di bantaran sungai.

“Untuk warga yang berada atau tinggal di bantaran sungai mohon berhati hati,” pungkasnya.(airlangga)

Editor: Abadi