BANJARMASIN, klikkkalsel.com – Suasana Ramadhan 2021 dipastikan berbeda dengan tahun lalu yang dibayangi penurunan wabah Covid-19. Tahun ini kegiatan ibadah mulai dilonggarkan pemerintah. Menyambut kabar baik ini, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin akan menggelar buka puasa bersama dengan menyediakan 1.000 paket bubur.
Sebelumnya wabah Covid-19 melanda, masjid kebanggaan masyarakat Kalsel ini rutin menyajikan menu khas bubur untuk berbuka puasa. Sekretaris Umum Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Samsu Rani bersyukur tradisi tersebut dapat kembali digelar.
Dia mengatakan lokasi berbuka puasa akan dilaksanakan di tempat terbuka. Selasar dan teras masjid dipilih menjadi tempat berbuka puasa, yang mana jika tahun-tahun sebelumnya bertempat di aula masjid.
“Kita menyediakan 1.000 paket bubur setiap hari untuk buka puasa bersama. Tidak menggunakan piring, kita sajikan di dalam kotak. Jadi bisa makan di tempat atau dibawa pulang” tuturnya kepada klikkkalsel.com, Jum’at (9/4/2021).
Selain digelar di tempat terbuka, untuk menghindari penularan, pengurus juga tak menyediakan makanan dan minuman langsung. Namun diberi dengan model kotakan.
“Semuanya tinggal dibagikan. Makanan berbuka tetap disajikan bubur yang sudah menjadi ciri khas Sabilal,” imbuhnya.
Dia menegaskan, kegiatan buka puasa bersama masih tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Semua orang yang datang ikut berbuka puasa nanti akan discreening suhu badan di pintu masuk.
Selain berbuka puasa bersama, Salat Tarawih berjamaah juga digelar Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Rani menerangkan, pelaksanaan Salat Tarawih, akan ada penjagaan ketat dari petugas untuk mengatur shaf. Tiga orang petugas di jemaah laki-laki, dan tiga orang di jemaah perempuan.
“Pintu masuk kami buka hanya dua. Di depan Mahligai Pancasila dan depan Kediaman Kapolda Kalsel,” terangnya.
Dia mewanti-wanti, kepada semua jemaah untuk membawa sajadah sendiri. Pasalnya karpet sajadah masjid dilepas untuk menghindari penularan Covid-19. Meski mengetati protokol kesehatan kepada setiap jemaah, namun pihaknya menjanjikan akan memberikan bantuan kepada jemaah yang datang tak membawa sajadah sendiri maupun yang ketinggalan masker.
“Jika ada yang tak memakai masker, akan kami berikan, begitu pula sajadah. Namun kami tak berharap demikian. Hendaknya semua jemaah menyiapkan sendiri demi menghindari penularan corona,” cetusnya.
Sementara, pada pelaksanaan ceramah subuh, dia memastikan akan tetap digelar seperti Ramadan sebelum pandemi. Untuk menghindari kerumunan, pihak petugas masjid sebutnya akan mengatur jarak jemaah pada saat itu.
“Kegiatan ibadah semuanya kembali dilaksanakan, jemaah tetap membawa sajadah masing-masing. Namun diatur dengan protokol kesehatan,” jelasnya.
Lanjut, ujar Rani, untuk memastikan Masjid Raya Sabilal Muhtadin bersih dari virus, H-1 Ramadan akan dilakukan pihaknya terlebih dahulu disinpektan di semua bagian masjid
“Ini demi kenyamanan jemaah beribadah,” pungkasnya.
Sementara itu, sebelumnya Kepala Kemenag Kalsel, Noor Fahmi menyampaikan, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Quomas sudah menerbitkan surat edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Dalam surat edaran tersebut diantaranya berisi anjuran sahur dan buka puasa dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.
Meski demikian, pemerintah pusat juga tak melarang kegiatan buka puasa bersama. Namun dengan catatan harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.
Imbauan lainnya, papar Fahmi, para pengurus masjid/musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah Ramadan seperti Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid/musala. Ia mengajak masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antar jemaah, dan setiap jemaah membawa sajadah/mukena masing-masing.
“Pengurus dan pengelola masjid/mushala wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jemaah, seperti melakukan penyemprotan disinpektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jemaah membawa sajadah/mukena masing-masing,” tandasnya. (rizqon)
Editor: Abadi





