BANJARMASIN, klikkalsel- Kain sasirangan kini semakin populer. Ditambah lagi dengan digelarnya Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) yang kini sudah memasuki even ke tiga setelah dua tahun berturut turut dilaksanakan di tahun 2017, dan 2018.
BSF yang selalu mengusung tema Sasirangan Goes to The World tersebut mengharapkan bahwa kain khas Banjar tersebut bisa menembus pasar nasional hingga internasional.
Dalam rangkaian kegiatan BSF 2019 di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, juga digelar Forum Diskusi Sasirangan, yang mengangkat tema meningkatkan produksi dan penjualan sasirangan dalam satu atap.
Topik utama forum diskusi tersebut tentang cara mempromosikan produk kain sasirangan agar bisa lebih dikenal masyarakat luas.
Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina berharap, kegiatan forum diskusi ini bukan hanya sarana untuk berbagi informasi. Melainkan kata dia, juga untuk memperbaiki kualitas dari kain sasirangan.
Kemudian ia juga menginginkan dalam forum diskusi tersebut para pengrajin bisa terus berkreasi dan berinovasi untuk menjadikan Banjarmasin semakin dikenal serta kain sasirangan bisa menasional dan bahkan mendunia.
“Acara BSF 2019 ada acara diskusi yang sangat penting untuk para pelaku usaha pengrajin dan juga organisasi-organisasi yang peduli terhadap UMKM, khususnya di bidang sasirangan agar sasirangan bisa mendunia,” ucapnya, Kamis (7/3/2019).
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Hj Siti Wasilah menuturkan, Dekranasda Kota Banjarmasin memiliki keinginan agar kain khas banjar tersebut eksistensinya semakin kuat.
Ia juga tidak ingin kain sasirangan hanya dianggap sebagai kain jumputan atau shibori, karena menurutnya kain sasirangan berbeda dengan kain yang lain. Kain sasirangan memiliki kekuatan sejarah.
“Catatan sejarah itu akan memperkuat nilai dari sebuah kemasan kainsasirangan, sehingga kain sasirangan ini semakin dihargai,” ujarnya.
Bahkam kata dia, tidak hanya warga Kota Banjarmasin dan warga Kalimantan Selatan, tapi juga orang di luar sana akan semakin menghargai kain sasirangan, sebagai sebuah karya yang memiliki kekuatan sejarah dan budaya nusantara.
Semakin dikenalnya kain sasirangan maka ditambahkannya, akan menambah nilai ekonomi, sehingga akan membuat kesejahteraan bagi para pengrajinnya.
“Untuk itu kita berharap agar masyarakat bisa menghargai para pengrajin sasirangan yang telah bersusah payah membuat ide kreatifnya dalam pembuatan kain sasirangan,”
katanya.
Meski seperti itu, ia tidak ingin harga kain sasirangan dipatok terlalu tinggi yang akhirnya memberikan dampak serta menyulitkan masyarakat untuk memilikinya.
“Makanya, stadarisasi harga yang dibuat para pengrajin sangat diperlukan dalam memasarkan produk kain sasirangan itu,” pungkasnya.(fachrul/adv)
Editor : Alfarabi





