Dishub Uji Coba Mengurangi Kemacetan, Mulai Membaik

BANJARMASIN, klikkalsel– Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin mencoba terobosan dalam mengurangi tingkat kemacetan di pertigaan Jalan Veteran dan Jalan Kuripan.

Dishub Kota Banjarmasin sejak beberapa hari lalu menempatkan sparator sebagai uji coba mengurangi kemacetan di pertigaan Jalan Veteran dan Jalan Kuripan.(foto : syarif wamen/klikkalsel)

Upaya tersebut dilakukan dengan cara pemasangan sparator atau pembatas jalan sepanjang 120 meter yang membuat pengguna jalan tidak belok kanan di kedua pertigaan tersebut.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Banjarmasin, Slamet Begjo ditemui saat memantau rakayasa lalu lintas tersebut mengatakan, uji coba dihari kedua ini terlihat mulai membaik dan tiap hari akan dilakukan evaluasi.

“Hari ini adalah hari kedua dilakulannya uji coba dan hasilnya mulai membaik walau masih padat, namun terus bergerak dan tidak tersendat,” ujarnya, Selasa, (9/1/2018).

Lebih lanjut dirinya mengatakan uji coba ini akan dilakukan selama seminggu kedepan. Menurutnyam bila hasilnya bagus, maka akan permanen.

Selain itu kata dia, Dishub Kota Banjarmasin mengerahkan 100 personel yang di floating bergantian untuk mengatur serta memantau uji coba rekayasa arus lalu lintas ini.

“Ada 100 personel yang kita floating bergantian, dalam hal ini kita juga bekerjasama dengan pihak kepolisian,” tambahnya.

Diungkapnya bahwa usaha pengurai kemacetan didaerah ini sudah beberapa kali dilakukan bahkan juga pernah dipasang lampu lalu lintas namun belum berhasil.

“Dulu pernah dipasang lampu merah, tapi belum berhasil juga. Diharapkan usaha pemasangan sparator ini akan membuahkan hasil,” ungkapnya.

Sementara itu klikkalsel coba mewawancarai Mustafa, seorang pengguna jalan yang melintas tentang dilakukannya uji coba ini. Menueurtnya, kaget dengan adanya rekayasa arus ini dan cukup merepotkan karena harus memutar diujung sparator.

“Kalo diujung pembatas orang banyak yang mutar sama juga bohong, malah lebih macet karena jalannya kecil untuk memutar,” ujar Mustafa yang mengaku bertempat tinggal di Keramat Raya.

Selain ditambahkannya, kalau pemerintah tidak menertibkan ruko maupun pedagang pasar yang melakukan bongkar muat dibahu jalan maka menurutnya usaha ini bakal sia-sia.

“Coba liat disekitar sini, ruko gak ada halamannya, bongkar muat barang pasti dibahu jalan. Ini menurut saya salah satu penyebab kemacetan yang juga harus dibereskan,” tandasnya. (david)

Editor : Amran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.