Diduga Tanggul Tambang Jebol! Walhi Kalsel Pinta Kapolda dan Gubernur Turun Tangan

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono. (Istimewa)

BANJARBARU, klikkalsel.com – Diduga tanggul site plane perusahaan PT Marge Mining Industri (MMI) di Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang mengalami jebol dan mencemari sumber air warga, membuat Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Selatan (Kalsel) angkat bicara, Selasa (09/07/2024).

Jebolnya tanggul tersebut membuat limbah mengalir bebas ke sungai, dan membuat masyarakat setempat jadi resah. Pasalnya sungai yang jadi tempat untuk hidup warga saat ini sudah tercemar dan mengeluarkan bau menyengat.

Menyoroti permasalahan ini, Direktur Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono meminta Gubernur, Ketua DPRD Kalsel hingga Kapolda segera tancap gas untuk turun tangan.

“Walau ini adalah penanaman modal asing (PMA), namun mereka harus turun tangan, karena ini sudah berulang terjadi,” ucapnya kepada klikkalsel.com melalui pesan Whatsapp.

Baca Juga : Diduga Tanggul Batubara Jebol di Kabupaten Banjar, Warga Resah Sumber Air Tercemar Limbah

Baca Juga : Banua Darurat Mabuk Kecubung, Polda Kalsel Dalami Pelaku Penyalahgunaan

Cak Kis [sapaan akrab] membeberkan, jika PT MMI pada tahun 2017 lalu sempat meresahkan warga setempat, dengan terjadinya keretakan tanah dan membuat amblas tanah di sana.

“Dulu 2017 juga terjadi, sekarang ini warga di sana terdampak debu dan pencemaran air. Amdalnya kaya apa) (bagai mana, red),” tanyanya.

Dalam permasalahan ini, Cak Kis meminta pihak perusahaan segera memberikan air bersih kepada warga, serta menyetop operasi PT MMI.

Selain itu, Kis mengaku pihaknya dari Walhi sudah sering melakukan desakan ke negara agar tata kelola pertambangan segera dilakukan evaluasi, audit, serta stop izin baru dan lakukan penegakan hukum.

Diketahui, sedari kemarin, limbah dari tanggul tambang batubara PT Merge Mining Industri (PT MMI) di Kabupaten Banjar jebol.

Air limbah basuhan batu bara itu bocor dan mengalir ke sungai. Al hasil air anak sungai yang jadi sumber mata air di wilayah sekitar keruh. (Mada Al Madani)

Editor: Abadi