Akibatnya, 1 mahasiswa harus diamankan ke Polresta Banjarmasin karena kedapatan membawa sebotol bahan bakar Pertalite.
Sementara itu Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo, usai aksi membenarkan adanya 1 orang yang diamankan karena kedapatan membawa 1 botol bahan bakar pertalite.
“Iya tadi ada 1 mahasiswa dari salah satu kampus berinisial AY, ketangkap basah di dalam tasnya membawa 1 botol pertalite,” jelasnya.
“Itu tidak hanya ada saat kita temukan, tapi sudah diikuti sejak dibeli dimana,” sabungnya.

Karena itu, Kapolresta Banjarmasin mengimbau agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan selama melakukan aksi massa atau kebebasan berpendapat.
“Tidak ada dalam aturan kebebasan masyarakat untuk membawa pertalite 1 botol membakar ban segala macam. Itu tidak kita dianjurkan karena mengganggu ketertiban umum,” pintanya.
Sementara itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui alasannya membawa bahan bakar tersebut. Kemudian juga akan memanggil orang tua dan dosen dari kampus yang bersangkutan.
“Biar tahu, bahwa ada massa seperti itu ternyata, dan itu juga korlap mahasiswa harus bisa bertanggung jawab, sebelum melakukan aksi periksa semua jangan sampai korlap kecolongan,” imbuhnya.
Baca Juga : Bangunan Alfamart Gambut Roboh, Pemko Akan Lakukan Evaluasi Bangunan di Banjarmasin
Karena, menurutnya lebih baik pencegahan daripada terjadi hal-hal yang sifatnya merugikan seperti itu.
Kendati demikian, orang nomor 1 di jajaran Polresta Banjarmasin ini, menilai aksi dari mahasiswa kali ini berjalan dengan baik.
Dalam pengamanan aksi, Kapolresta Banjarmasin juga sudah mengamanatkan kepada anggotanya untuk tidak terjadi bentrok.
“Hal itu sebagai wujud Polri Presisi sesuai perintah Kapolri yang kita implementasikan dalam penanganan aksi harus bersifat ramah dan humanis. Saya doakan semoga tujuan mereka tercapai, amin,” pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi





