Budaya  

Dari Dapur Ibu-Ibu, Amartha Angkat Pangan Lokal Lewat Kompetisi “Cerita Rasa”

(Kiri-Kanan) Susilawati, Khairiyani, Karmila Sari berhasil meraih gelar juara mewakili Pulau Kalimantan dan akan melanjutkan kompetisi di Jakarta bulan Februari mendatang.

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Amartha Financial (Amartha), perusahaan teknologi finansial penyedia layanan keuangan digital bagi UMKM perempuan di pedesaan, menggelar kompetisi memasak kuliner khas lokal Kalimantan bertajuk “Cerita Rasa”.

Kegiatan ini menjadi kompetisi memasak pertama yang diinisiasi Amartha sebagai upaya merawat pangan lokal sekaligus memperkuat peran UMKM dalam mendorong ekonomi daerah.

Kompetisi ini melibatkan lebih dari 1.000 ibu mitra UMKM binaan Amartha dari berbagai wilayah. Dari rangkaian seleksi, terhimpun 81 cerita rasa yang lahir dari dapur-dapur rumah tangga dan merepresentasikan kekayaan kuliner lokal berbasis bahan pangan setempat.

Pada tahap awal, ibu mitra UMKM yang telah diseleksi membentuk kelompok untuk memasak dan mewakili tingkat regional.

Penilaian dilakukan berdasarkan teknik memasak serta pemahaman terhadap bahan pangan lokal. Pemenang regional selanjutnya akan mewakili provinsi untuk berlaga di tingkat nasional di Jakarta.

Mengangkat tema pangan lokal Kalimantan, kompetisi ini menyoroti kuliner yang tumbuh selaras dengan alam. Hutan menjadi sumber utama bahan pangan, mulai dari hasil hutan, sayuran musiman, hingga rempah-rempah lokal yang diolah menjadi hidangan sehari-hari. Pola pangan ini mencerminkan kedekatan masyarakat dengan alam sekaligus nilai keberlanjutan.

“Pangan lokal bukan sekadar bahan masakan, tetapi bagian dari kehidupan. Dari dapur, para ibu terus menjaga tradisi untuk menghadirkan masakan rumahan yang menemani tumbuh kembang anak dan menjadi kenangan di setiap keluarga,” ujar Julie Fauzie, Chief Funding Officer Amartha, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga : Sepekan Terendam Banjir, Warga Sungai Gampa Mengaku Tak Tersentuh Bantuan

Baca Juga : Kunjungan Wapres Gibran ke Lokasi Banjir Kalsel Diwarnai Dialog dengan Mahasiswa, Suarakan Masalah Tambang Ilegal

Ia menegaskan, melalui program Cerita Rasa, Amartha ingin memastikan pangan lokal yang sederhana tetap bermakna dan menjadi bagian dari kehidupan, penghidupan, serta harapan bagi keluarga dan komunitas.

Kompetisi “Cerita Rasa” di Kalimantan mempertemukan lima kelompok ibu mitra UMKM dari Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Dari proses seleksi, kelompok ibu mitra asal Banjarmasin Barat, Tengah, dan Selatan terpilih sebagai pemenang regional.

Kelompok ini memikat juri melalui sajian kuliner khas Kalimantan seperti ketupat kandangan, ikan patin beetup, tumis pakis pedas, iwak haruan, dan oseng rimis, yang dinilai paling kuat merepresentasikan kekayaan pangan lokal beserta cerita di baliknya.

Dengan kemampuan mengolah bahan-bahan sederhana di sekitar rumah menjadi hidangan bercita rasa kuat, setiap masakan menghadirkan kisah masa kecil, daya juang, dan kebersamaan yang lekat dalam kehidupan para ibu. Perpaduan cerita dan rasa tersebut mengantarkan mereka melaju ke babak final di Jakarta sebagai perwakilan Kalimantan.

“Bagi kami para ibu, pangan lokal itu dekat dengan keseharian. Kami memasak dengan bahan sederhana dari alam sekitar, menjaga cita rasa keluarga agar terus berlanjut dari generasi ke generasi,” ujar Khairiyani, peserta asal Banjarmasin Tengah.

Puncak kompetisi akan digelar di Jakarta dalam rangkaian peluncuran produk Amartha Prosper. Para finalis akan berkompetisi di hadapan juri utama dan calon investor. Skema ini tidak hanya menampilkan kemampuan kuliner ibu mitra UMKM, tetapi juga memperkuat narasi pangan lokal, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta keterhubungan UMKM dengan ekosistem investasi berkelanjutan.

Melalui program ini, Amartha menegaskan peran penting UMKM dalam menjaga keberlanjutan budaya kuliner lokal. Namun, UMKM juga membutuhkan dukungan akses keuangan yang inklusif dan terjangkau.

Untuk itu, Amartha menghadirkan berbagai layanan, mulai dari investasi mikro untuk dana pendidikan dan darurat, layanan warung digital AmarthaLink, hingga platform investasi berkelanjutan Amartha Prosper.

“Berangkat dari dapur-dapur sederhana para ibu, Amartha membuka akses layanan keuangan yang inklusif agar tradisi pangan lokal tidak hanya hadir di meja makan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan,” tutur Julie.

Hingga 2025, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp35 triliun modal usaha kepada 3,3 juta UMKM perempuan di Indonesia, guna memperkuat kewirausahaan mikro, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. (rizqon)

Editor: Abadi