Cegah Klaster di Ekowisata Jembatan Bromo, Sejumlah Pintu Masuk Ditutup

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Usai Diresmikan, Kawasan Jembatan Antasan Bromo di tutup untuk umum terkecuali warga sekitar. Meski demikian masih banyak warga yang berbondong-bondong datang ke kawasan tersebut.

Aparat keamanan juga sudah melakukan pemasangan Police Line di sekitar kawasan tersebut, agar warga tidak diperbolehkan masuk. Selain itu, pihak Polresta Banjarmasin juga memasang Pospam bersama dengan Satgas Covid-19 di kawasan Jembatan Antasan Bromo.

Penututpan sementara kawasan Jembatan Antasan Bromo dilakukan lantaran masyarakat Kota Banjarmasin dan bahkan dari daerah luar, berbondong-bondong untuk datang dan sekedar ber swa foto di kawasan yang saat ini sedang viral di Media Sosial tersebut.

Ketua tim Pengelola Kawasan Ekowisata Jembatan Antasan Bromo, Doyo Pudjadi mengungkapkan, bahwa penutupan tersebut dilakukan agar kawasan ikon baru Banjarmasin tersebut tidak menjadi wadah yang menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Sehingga, Pemko Banjarmasin saat ini hanya memfokuskan fungsi jembatan tersebut sebagai penghubung antara Mantuil dan Pulau Bromo, sesuai fungsi jembatannya.

“Kita lebih berfokus pada fungsi utama dari jembatan ini, untuk menghubungkan antara penduduk yang tinggal di Pulau Bromo dengan kawasan seberangnya yakni Mantuil,” ucap Doyo, Selasa (5/1/2021).

Sementara itu, trend peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini juga merupakan catatan lebih untuk Pemko Banjarmasin untuk menutup kawasan tersebut hingga bulan Maret mendatang. Hal ini didasari, lantaran Satgas Covid-19 Banjarmasin sedang dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Jadi kita sepakat untuk menutup kawasan ekowisata jembatan antasan bromo ini sampai bulan maret mendatang,” tegasnya.

Sedangkan untuk mengantisipasi adanya pengunjung yang menggunakan jalan tikus untuk masuk ke kawasan yang sedang viral tersebut. Pihaknya membentuk tim khusus di pos penjagaan gerbang utama.

“Tapi penjagaan itu hanya berlaku bagi pengunjung yang datang untuk berwisata. Sedangkan warga setempat yang ingin menyeberang masih diperbolehkan,” imbuhnya.

Kebijakan pentupan sejumlah ruas jalan menuju kawasan Ekowisata Jembatan Antasan Bromo tersebut akan dievaluasi per bulan untuk mengetahui bagaimana perkembangannya.

Mengantisipasi adanya tindakan oknum warga yang masih memanfaatkan kesempatan saat kawasan itu masih ditutup, Doyo mengaku bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan Pokdarwis setempat.

“Pihak kelurahan dan Pokdarwis setempat sudah kita kondisikan bahwa tempat itu ditutup sementara waktu untuk keperluan wisata, kita juga akan lakukan evaluasi secara berkala setiap bulan sekali,” tandasnya.(fachrul)

Editor : Amran