Bupati Bahrul Ilmi Minta Karhutla Batola Terus Dipantau, Status Tanggap Darurat Diperpanjang Hingga 10 November

Bupati Barito Kuala H Bahrul Ilmi saat memimpin rapat evaluasi dan tindak lanjut penanganan karhutla di Aula Bahalap Sekretariat Daerah dan menyampaikan keputusan memperpanjang setatus tanggap darurat hingga 10 November 2026. (diskominfobatola)

MARABAHAN, klikkalsel.com – Bupati Barito Kuala (Batola) H. Bahrul Ilmi meminta seluruh pihak tidak lengah menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski kondisi kebakaran saat ini dinilai sedang, potensi peningkatan maupun penurunan tetap harus diwaspadai.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Batola sepakat memperpanjang status tanggap darurat karhutla hingga 10 November 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Evaluasi dan Tindak Lanjut Penanganan Karhutla di Aula Bahalap Sekretariat Daerah Kabupaten Batola, Selasa (3/11/2026).

Bahrul Ilmi mengatakan, kondisi karhutla di wilayah Batola masih bersifat dinamis sehingga perlu pemantauan secara berkelanjutan. Menurutnya, situasi yang saat ini relatif terkendali belum menjamin tidak adanya peningkatan kebakaran dalam beberapa hari ke depan.

“Situasi sekarang dalam keadaan sedang. Kondisi ini berarti bisa turun, tetapi bisa juga naik, sehingga tidak dapat kita prediksi. Oleh karena itu, kita perlu melihat dan memperhatikan bersama-sama perkembangan situasi dan kondisi ke depan secara lebih mendalam,” ujarnya.

Bupati meminta seluruh instansi terkait bersama unsur TNI dan Polri terus mencermati perkembangan di lapangan selama tujuh hari ke depan.

Hasil pemantauan tersebut nantinya menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah penanganan dan kebijakan selanjutnya.

Baca Juga : Peduli Keselamatan Pengguna Jalan, Bupati Bahrul Ilmi Tegur Sopir Truk yang Parkir di Trotoar

Baca Juga : Bupati Bahrul Ilmi Motivasi 30 Relawan Karhutla Barito Kuala

Dalam rapat yang dihadiri Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Arm Fauzi Raspati Al Ansyori, Sekda Selamat Riyanto, unsur Forkopimda, serta pimpinan SKPD terkait itu, Bahrul Ilmi menegaskan bahwa perpanjangan status tanggap darurat telah disepakati bersama.

Ia berharap, dalam masa perpanjangan tersebut kondisi karhutla dapat semakin terkendali hingga akhirnya tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat.

“Intinya, kita sepakat bahwa perpanjangan sampai tanggal 10 November. Mudah-mudahan, dengan berdoa kepada Allah SWT, setelah tanggal 10 nanti bencana karhutla dapat selesai. Kita akan berdiskusi kembali, meminta pendapat dan masukan, serta memikirkan langkah yang tepat agar kita dapat mengayomi masyarakat dari bencana kebakaran,” tuturnya.

Sementara itu, Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Arm Fauzi Raspati Al Ansyori mendukung keputusan perpanjangan status tersebut.

Ia menyampaikan, intensitas operasional di sejumlah pos penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi terkini. Namun, kegiatan mitigasi dan pencegahan harus tetap berjalan.

Pengawasan serta patroli, khususnya pada malam hari, juga diminta terus dilaksanakan oleh jajaran TNI dan Polri.

Setelah 10 November mendatang, Pemkab Batola akan kembali melakukan evaluasi bersama seluruh pihak terkait untuk menentukan langkah berikutnya.

Bahrul Ilmi berharap melalui koordinasi dan kesiapsiagaan bersama, ancaman karhutla di Kabupaten Batola dapat segera diatasi sehingga masyarakat tetap terlindungi. (airlangga/ADV)

Editor: Abadi