Bertahun Tahun, Jalan Rusak di Pengambangan Terabaikan

Kondisi jalan yang terendam dan amblas walau tidak terjadi pasang. Kalau pasang ketinggian air hingga diatas lutut orang dewasa. (foto : david/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Longsor yang pernah terjadi pada 13 Agustus 2011 silam di bantaran Sungai Martapura tepatnya di Jalan Pengambangan RT 9, Banjarmasin Timur mengakibatkan lima  rumah hanyut.

Kondisi jalan yang terendam dan amblas walau tidak terjadi pasang. Kalau pasang ketinggian air hingga diatas lutut orang dewasa. (foto : david/klikkalsel)

Tidak hanya itu, akibat terjadinya longsong juga mengakibatkan putusnya akses transportasi jalan yang biasanya digunakan oleh masyarakat untuk beraktivitas.

Namun hingga hari ini pemerintah hanya menggantinya dengan titian ulin yang hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua. Sehingga, untuk menempuh jarak yang seharusnya hanya 100 meter harus memutar hingga 2 kilometer jika menggunakan roda empat.

Jahrani (43), warga RT9 Kelurahan Pengambangan mengatakan, bersama warga lainnya sudah menyampaikan keluhan kepada berbagai pihak.

“Tapi sampai saat ini belum ada kepastian. Salah satunya pada saat Ibnu Sina (Walikota Banjarmasin) berkampanye pada Pilwali. Bahkan Ibnu berjanji akan memperbaiki jalan yang rusak tersebut namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda diperbaiki,” tutur Jahrani, Senin (25/12/2017)

Menurutnya  selain jalan yang putus, kondisi jalan disekitarnya juga sangat buruk.  Seperti jalan di Pengambangan RT9, sampai RT11, kondisinya sangat parah.

Bahkan disamapikan Jahrani, kalo lagi musim air sungai naik, tak bisa dilalui roda dua. Kalau lagi surut pun penuh lubang dan banyak yang amblas dan hal tersebut  terjadi bertahun tahun.

“Jujur kami kadang merasa tidak dianggap sebagai warga Kota Banjarmasin, saat didaerah lain yang kondisinya tidak terlalu parah diperbaiki. Kami yang rusak parah bertahun-tahun tak pernah  dihiraukan,” keluhnya.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, H Faisal Hariyadi mengatakan, sungguh miris mendengar ada warga Banjarmasin yang mengalami kondisi seperti ini.

“Seharusnya Pemko Banjarmasin lebih memprioritaskan kondisi masyarakat yang seperti ini dari pada mewacanakan dan membangun jembatan penyeberangan yang belum jelas urgensinya,” ujar politikus PAN ini.
Selain itu menurutnya, harusnya dinas terkait pun dapat lebih tanggap apalagi kondisi ini telah berjalan sekian tahun.

“Saya harap ini menjadi perhatian kita semua khususnya dinas terkait, agar kehidupan masyarakat bisa menjadi lebih baik dan tidak muncul kesan pembiaran kepada masyarakat,” tandasnya.(david)

Editor : Amran

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.