MARTAPURA, klikkalsel.com – Pemerintah Kabupaten Banjar telah mematangkan persiapan Bazar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXVI tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Bazar ini dijadwalkan dibuka Sabtu, 21 Juni 2025, di Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS), Martapura.
Bazar MTQ menjadi bagian integral dari rangkaian kegiatan MTQ tingkat provinsi yang berlangsung di Kabupaten Banjar. Sebanyak 25 stan akan memeriahkan pameran ini, melibatkan partisipasi dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan serta sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Setiap daerah akan memamerkan produk unggulan, kerajinan khas, hingga kuliner lokal yang diharapkan menarik minat pengunjung.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar, I Gusti Made Suryawati, menyatakan bahwa persiapan bazar sudah mencapai 80 hingga 90 persen. “Tinggal penataan lokasi, teknis pelaksanaan, dan kesiapan peserta dari masing-masing kabupaten/kota. Kami ingin pameran ini menjadi ajang promosi produk lokal sekaligus mendukung suksesnya MTQ tingkat provinsi di Kabupaten Banjar,” jelas Made saat ditemui di stan Dekranasda Banjar, Jumat (20/6).
Baca Juga : Pemkab Banjar Libatkan Publik Susun RPJMD 2025-2029
Baca Juga : Pemkab Banjar Transformasi Posyandu: Layanan Terpadu Sesuai Permendagri
Made menambahkan, bazar ini juga menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas, terutama para pengunjung dari berbagai daerah yang hadir selama MTQ berlangsung.
Bupati Banjar, H Saidi Mansyur, dan Ketua Dekranasda Banjar, Hj Nurgita Tiyas, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Keduanya berharap bazar ini mampu meningkatkan kelas produk UMKM lokal di Kalimantan Selatan, khususnya dari Kabupaten Banjar.
Pemilihan Taman CBS sebagai lokasi bazar didasari oleh letaknya yang strategis di pusat kota dan kemampuannya menampung seluruh stan peserta dengan akses yang mudah dijangkau masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Banjar berharap melalui bazar ini tidak hanya semangat religius yang terbangun, tetapi juga geliat ekonomi masyarakat dapat terus ditumbuhkan,” tutup Made. (Mada)
Editor:





