BANJARMASIN, klikkalsel.com – Bank Kalsel yang menyandang status sebagai bank devisa membuka peluang untuk memperluas layanan transaksi valuta asing (valas) sekaligus mendukung aktivitas perdagangan dan ekspor di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Sejalan itu, Bank Kalsel terus membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk insan pers. Dan dukungan media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai perkembangan dan kontribusi Bank Kalsel kepada masyarakat.
“Media bukan sekadar sarana publikasi, tetapi mitra strategis Bank Kalsel,” ujar Direktur Operasional Bank Kalsel Iwan dalam sambutannya pada kegiatan media gathering Bank Kalsel di Surabaya, Kamis (3/9/2026).
Baginya, status bank devisa menjadi salah satu milestone penting bagi Bank Kalsel, karena bukan sekadar penambahan layanan. “Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran Bank Kalsel sebagai bank pembangunan daerah,” ujar Iwan.
Ia menyampaikan, Kalsel memiliki potensi perdagangan dan ekspor yang besar. Sejumlah komoditas unggulan seperti batu bara, kelapa sawit, karet, serta berbagai komoditas lainnya memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi daerah.
Sehingga, Bank Kalsel ingin meningkatkan perannya dalam melayani aktivitas ekonomi masyarakat Banua. “Kami ingin semakin banyak aktivitas ekonomi Banua dapat dilayani bank milik banua, Bank Kalsel.” katanya.
Dengan status sebagai bank devisa, Bank Kalsel kini dapat menyediakan layanan transaksi valas kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kalimantan Selatan.
Iwan menegaskan, pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Kalsel untuk memberikan layanan perbankan yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekonomi daerah.
Dia mengharapkan, sinergi Bank Kalsel dengan media terus menguat sehingga informasi mengenai perkembangan Bank Kalsel dan kontribusinya terhadap pembangunan daerah dapat tersampaikan secara tepat kepada masyarakat.
Iwan juga mengajak seluruh stakeholder, termasuk media, membangun komunikasi yang terbuka, profesional, dan saling percaya. “Bank Kalsel tidak dapat tumbuh sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh stakeholder, termasuk rekan-rekan media. Kritik yang konstruktif merupakan bagian penting bagi kami untuk terus berbenah,” pungkasnya. (adv/klik)
Editor : Akhmad







