Bangunan Pusat Perbelanjaan Barunak Dianggap Mubazir

Bangunan pusat perbelanjaan Barunak yang terletak di Tanjung, Kabupaten Tabalong. (foto : arif/klikkalsel)

TANJUNG, klikkalsel – Upaya Pemkab Tabalong membangun sejumlah fasilitas dan infrastruktur dalam beberapa tahun belakangan bisa dikatakan cukup banyak. Namun sangat disayangkan tidak semua bangunannya berfungsi sebagaimana mestinya.

Salah satunya pusat perbelanjaan Barunak yang terletak di Kota Tanjung. Pembangunannya dianggap mubazir, lantaran sejak di bangun dua tahun lalu hingga kini belum ada kejelasan kapan bangunan dengan konsep modern itu bakal dioperasikan.

Bahkan diawal pembangunannya, bangunan berlantai dua itu sempat dibanggakan oleh pemerintah setempat, karena merupakan pusat perbelanjaan pertama di Tabalong yang memiliki fasilitas eskalator.

“Bangunannya mubazir kalau tidak difungsikan sama sekali,” ketus Didi, warga Kelurahan Tanjung kepada klikkalsel.com

Selain itu, keberadaan eskalator di pusat perbelanjaan Barunak juga dinilainya terlalu megah.

Menurutnya, akan lebih baik jika eskalator tersebut dibangun di Rumah Sakit Umum Badaruddin Tanjung Maburai yang selama ini belum mempunyai fasilitas eskalator.

“Yang pasti lebih bermanfaat terutama untuk pasien yang sudah tua renta, kasian mereka kalau harus naik turun tangga,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabalong, Noorzain A Yani menjelaskan alasan hingga saat ini pusat perbelanjaan Barunak masih kosong dan belum dapat dioperasikan.

Menurutnya, pusat perbelanjaan Barunak rencananya akan dijadikan sebagai pusat perdagangan elektronik dan handphone. Namun yang menjadi kedala, hingga saat ini pihaknya masih kesulitan menemukan pedagang yang ingin menempati bangunan itu.

“Kita masih menawarkan ke sana ke mari, minatnya masih kurang, karena melihat kondisi saat ini lesu perekonomiannya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Noorzain juga mengatakan, pihaknya juga sudah pernah memberikan penawaran ke salah satu pedagang handphone tersbesar di Kalimantan Selatan, namun penawaran tersebut hasilnya juga tidak sesuai kehendaknnya.

“Dulu kita sudah tawarkan ke Artomoro, sudah survey mereka ke sini, tapi ketika mereka survei ke pasaran ternyata menurut perhitungan mereka tidak fleksibel, karena lesu kondisinya,” ungkap dia.

Namun begitu, kata dia, Pemkab Tabalong tidak akan berhenti mengupayakan agar bangunan tersebut dapat segera dioperasikan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Tabalong.

“Yang pasti target dari Bupati sebelum hari jadi nanti sudah beroperasioanal,” imbuhnya. (arif)

Editor : Farid