BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kobaran api menggegerkan warga di kawasan Jalan Pramuka, Kecamatan Banjarmasin Timur, Jumat (16/10/2026).
Kebakaran yang terjadi tak lama setelah pelaksanaan Salat Jumat itu menghanguskan satu bangunan usaha mebel dan turut berdampak pada usaha serupa yang berada beberapa meter di belakangnya.
Api yang membesar membuat puluhan unit pemadam kebakaran dan relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) dari berbagai wilayah berdatangan ke lokasi.
Petugas langsung berjibaku menjinakkan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain di kawasan tersebut.
Dari pantauan di lokasi, bangunan usaha mebel yang berada tepat di tepi Jalan Pramuka mengalami kerusakan paling parah. Bangunan tersebut ludes dilalap api.
Sementara itu, usaha mebel lainnya yang berada di bagian belakang juga terdampak. Asap bahkan masih terlihat mengepul ketika petugas melakukan proses pembasahan.
Seorang warga sekitar, Aspi, mengungkapkan bahwa api diduga pertama kali muncul dari bagian toilet bangunan mebel yang berada di depan.
“Ujar api dari toilet mebel di depan sini, nah kalau yang di belakang itu lain lagi,” ujar Aspi.
Meski demikian, keterangan warga tersebut belum dapat memastikan sumber maupun penyebab kebakaran.
Petugas pemadam terus melakukan penyemprotan hingga ke bagian dalam bangunan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.
Baca Juga : Terdata 71 Kejadian Kebakaran Lahan, Banjarmasin Tak Masuk Penerima Banpres Karhutla
Baca Juga : Polda Kalsel Proses Hukum 23 Laporan Karhutla, 12 di antaranya Berkaitan dengan Korporasi
Tak hanya fokus pada bangunan yang terbakar, petugas juga membasahi kawasan sekitarnya.
Pasalnya, lokasi kebakaran berdekatan dengan lahan kosong sehingga petugas berupaya mengantisipasi kemungkinan api merambat ke area tersebut.
Sementara itu, aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan melakukan pendataan terkait peristiwa kebakaran tersebut.
Hingga proses pemadaman selesai, belum diketahui secara pasti penyebab munculnya api maupun total kerugian yang dialami pemilik kedua usaha mebel tersebut. (airlangga)
Editor: Abadi







