APBMI Siap Awasi Peredaran Narkoba

Ketua Umum APBMI Pusat H. Muhammad Fuadi melantik dan mengukuhkan Hj. Uslah sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) periode 2017-2022 di Mahligai Pancasila, Kamis (19/10), dengan mengusung tema bersatu dan berkarya guna mendukung sistem logistik yang efektif dan efisien di Banua.(foto : Wamen)

BANJARMASIN, klikkalsel – Pelabuhan merupakan akses utama penghubung dan penggerak roda perekonomian masyarakat khususnya wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel). Sehingga Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor ingin menetralisir peredaran narkoba terkait aktifitas bongkar muat dipelabuhan Trisakti.

Ketua Umum APBMI Pusat H. Muhammad Fuadi melantik dan mengukuhkan Hj. Uslah sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) periode 2017-2022 di Mahligai Pancasila, Kamis (19/10), dengan mengusung tema bersatu dan berkarya guna mendukung sistem logistik yang efektif dan efisien di Banua.(foto : syarif wamen)

Peredaran narkoba yang cukup tinggi di Kalimantan Selatan, menjadi perhatian bagi Gubernur Kalsel. Untuk itu orang Sahbirin Noor meminta agar dilakukan pengawasan ketat terkait aktivitas di kawasan pelabuhan.

“Karena pelabuhan adalah salah satu sarana keluar masuknya barang. Sehingga kita tidak menginginkan adanya narkoba yang masuk melalui pelabuhan,” ucap Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor disela pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kalsel, di gedung Mahligai Pancasila, Kamis (19/10/2017).

Paman Birin sapaan akrabnya, mengharapkan agar APBMI Kalsel bisa ikut serta dalam mengawasi maupun mencegah peredaran narkoba terhadap aktivitas kapal baik yang sndar maupun yang bertolak dari pelabuhan Trisakti.

Sementara itu, Ketua Umum DPW APBMI Hj Uslah, mengatakan pihaknya juga ingin berpartisipasi dalam memerangi peredaran narkoba. Termasuk kata dia, melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas di pelabuhan.

“Kami siap melaporkan jika dalam pengawasan kami menemukan adanya barang berupa narkoba kepada pihak kepolisian,” tutur Uslah.

Senanda dengan Uslah, Ketua Umum DPP APBMI Muhammad Fuadi mengatakan, obat obat terlarang ini masuknya tidak dalam kapasitas dibawa dengan kapal besar, melainkan dengan kapal kecil yang membongkarnya di pinggir pantai kecuali barang itu ditaruh dalam kontainer.

“Biasanya kalau barang itu mencurigakan akan langsung dibongkar. Apalagi sekarang di pelabuhan sudah ada X-Ray,” tandasnya. (baha)

 

Editor : Amran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.