Akan Ada Aksi Lebih Besar

Massa yang melaksanakan unjuk rasa penolakan tambang PT Silo mendapat pengawalan dari kepolisian. (foto : duki/klikkalsel)

KOTABARU, klikkalsel– Penolakan aktivitas tambang oleh PT Silo Group di Pulau Laut terus bergulir. Jika sebelumnya ratusan masyarakat berasal dari kalangan Organisasi Pedagang Ikan dan Nelayan (OPIN), kali ini massa yang membawa nama Aliansi Masyarakat Pulau Laut (AMPL) juga turun ke jalan Jumat (19/1/2017).

Massa yang melaksanakan unjuk rasa penolakan tambang PT Silo mendapat pengawalan dari kepolisian. (foto : duki/klikkalsel)

AMPL tegas menolak adanya tambang di Pulau Laut Kotabaru. Sabri, selaku Ketua AMPL dalam orasi yang sampaikan di halaman Gedung DPRD Kotabaru bahwa, pertambangan batubara yang dilakukan oleh PT Silo Group di Pulau Laut akan menimbulkan kerusakan hutan yang berakibat terjadinya longsor dan banjir.

Pulau Laut akan mengalami kekeringan karena air berasal dari hutan yang ada di kawasan Gunung Bamega Kotabaru. Selain itu, disampaikannya pula bahwa, dampak negatif dari pertambangan sudah dirasakan oleh masyarakat Geronggang dan Pulau Sebuku.

“Olah karena itu, kami selaku masyarakat Kotabaru khususnya di Pulau Laut, sepakat menolak adaya pertambangan yang dilakukan oleh PT Silo Group,” sebut Sabri.

Sementara itu, Awaludin, orator lainnya juga mendesak agar Pemkab Kotabaru segera membuat Peraturan daerah (Perda) terkait tidak ada aktivitas tambang di Pulau Laut dengan batas waktu satu minggu kedepan. Namun jika Pemda tidak ada inisiatif dan tanggapan maka pihaknya akan menggekar aksi yang lebih besar.

“Kami berharap Pemda kita segera membuat Perda yang menyatakan tidak ada tambang di Pulau Laut ini. Tapi, kita lihat seminggu kagi, kalau tidak ada respon maka kami akan demo dengan jumlah massa yang kebih besar,” tegas Awal.

Selang beberapa saat, pengunjukrasa yang dikawal oleh pihak kepolisian dan Satpol PP itu pun dijumpai oleh salah seorang pejabat Sekretariat Dewan, Gusti Anasrullah.

Menurutnya, wakil rakyat sedang tidak berada ditempat karena menjalankan tugas ke luar daerah. Selain menyampaikan permohonan maaf, Gusti Anasrullah juga berjanji akan segera menyampaikan aspirasi pengunjukrasa ke pihak DPRD Kotabaru.

“Kami mohon maaf, karena dewan kita sedang keluar daerah, saya berjanji apa yang menjadi tuntutan akan segera saya sampaikan pihak DPRD,” tandas Anasrullah.(duki)

Editor : Amran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.