PMI Banjarmasin, Berharap Pendonor Plasma Konvalesen Naik 5 Kali Lipat

PMI Banjarmasin, Berharap Pendonor Plasma Konvalesen Naik 5 Kali Lipat
PMI Banjarmasin, Berharap Pendonor Plasma Konvalesen Naik 5 Kali Lipat

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin memerlukan lebih banyak pendonor plasma darah konvalesen dari para pasien yang sembuh Covid-19 untuk digunakan sebagai metode pengobatan bagi penderita Covid-19 dengan gejala ringan, sedang hingga kritis.

Kepala UDD PMI Kota Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit, mengatakan setidaknya diperlukan jumlah pendonor 5 kali lipat lebih banyak dari yang ada saat ini, untuk memenuhi kebutuhan plasma konvalesen.

“Kurang lebih ada 2 pendonor perhari, ini masih sangat kurang dibandingkan dengan kebutuhan. Jadi pendonor harus ditingkatkan 5 kali lipat atau setara 10 orang pendonor plasma konvalesen perhari,” kata pria yang akrab disapa dr Rama, Sabtu (13/2/2021).

Menurutnya, untuk mendapatkan jumlah pendonor tersebut tidaklah sulit. Dari jumlah masyarakat yang telah sembuh dari Covid-19 saat ini, jika 20 persen di antaranya mendonorkan plasma darahnya, maka kebutuhan donor untuk pasien Covid-19 dapat meningkat

“Yang sudah sembuh di Kalsel sudah ada sekitar 16 ribu orang, tentu semuanya tidak bisa diterima sebagai pendonor karena wanita hamil dan lansia tidak bisa mendonorkan plasma darahnya. Tapi kalau 20 persen saja mendonorkan, maka persediaan plasma akan meningkat dan Insya Allah angka kematian karena Covid-19 akan berkurang,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, PMI Kota Banjarmasin juga memiliki peralatan dan tenaga medis yang memenuhi kualifikasi untuk memproses plasma darah konvalesen tersebut sebelum didonorkan kepada pasien Covid-19.

Plasma konvalesen merupakan plasma darah yang diambil dari mantan penderita Covid-19, karena mengandung antibodi SARS-Cov-2, untuk kemudian plasma tersebut diproses agar dapat didonorkan.

Terapi plasma konvalesen salah satu metode terapi tambahan yang dapat mengobati pasien Covid-19 dengan gejala berat dan kritis. Terapi tersebut merupakan konsep imunisasi pasif melalui donor plasma darah yang mengandung antibodi SARS-Cov-2 kepada penderita Covid-19.

“Jadi bukan hanya pasien Covid-19 yang kritis saja yang bisa diobati dengan plasma konvalesen ini. Justru kalau masih (gejala) permulaan itu lebih baik, jadi lebih cepat (diobati) lebih baik,” ujarnya.

Bahkan, baru-baru ini permintaan plasma konvalesen juga datang dari Kalimantan Tengah, maka dari itu kita harus memiliki stok plasma lebih banyak lagi.

Kendati demikian, dr Rama juga mengungkapkan saat ini pihaknya sangat membutuhkan freezer atau lemari pendingin untuk menyimpan plasma terseb.

“punya kita sudah rusak dan sudah digunakan sejak tahun 90an, jika plasma konvalesen bisa disimpan di freezer plasma tersebut bisa bertahan 1 tahun,” pungkasnya.(airlangga)

Editor : Amran