BANJARMASIN, klikkalsel.com – Upaya Polda Kalsel memberantas perdagangan ilegal satwa dilindungi mendapat apresiasi dari lembaga internasional asal Eropa, Union of Czech and Slovak Zoological Gardens (UCSZOO).
Apresiasi tersebut diberikan atas keberhasilan jajaran Ditreskrimsus Polda Kalsel menyita sekitar 121,9 kilogram sisik trenggiling Sunda (Manis javanica) serta dua paruh burung rangkong yang dilindungi dalam dua operasi penegakan hukum pada 31 Juli dan 18 September 2026.
Direktur Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol Sigit Haryono mengatakan, penghargaan itu diserahkan langsung oleh Presiden UCSZOO sekaligus Direktur Kebun Binatang Liberec, David Nejedlo.
“Kita baru saja mendapatkan sertifikat penghargaan dari UCSZOO yang diserahkan David Nejedlo selaku Presiden Persatuan Kebun Zoologi Ceko dan Slovakia (UCSZOO) sekaligus Direktur Kebun Binatang Liberec,” kata Sigit di Banjarmasin, Selasa (20/10/2026).
Menurut Sigit, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kerja jajaran kepolisian dalam menegakkan hukum perlindungan satwa liar dan memberantas perdagangan ilegal.
Baca Juga : BEM UI Turun ke Kalsel, Soroti Empat Bulan Kabut Asap Karhutla Hingga Pemadaman Listrik Bergilir
Baca Juga : Muhidin Sentil Pemilik Lahan Terlantar di Tengah Momok Karhutla Kalsel
Dalam keterangan tertulisnya, UCSZOO menyebut keberhasilan tersebut berkontribusi terhadap perlindungan satwa terancam punah, pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia, serta upaya memerangi perdagangan satwa liar ilegal.
Penghargaan khusus itu diberikan atas penyelidikan dan penindakan yang dilakukan Unit III Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalsel, di bawah pimpinan Kasubdit IV Tipidter Kompol Gita Suhandi Achmadi.
Menurutnya, penghargaan itu menjadi dorongan bagi personel untuk terus meningkatkan kinerja, termasuk dalam penanganan kejahatan terhadap satwa yang dilindungi.
Ia berharap pengakuan tersebut semakin memotivasi anggotanya untuk menjaga kekayaan hayati Indonesia melalui penegakan hukum yang konsisten.
“Motivasinya tentu negara lain saja memperhatikan kita, maka kita yang mempunyai keanekaragaman hayati lebih semangat untuk melindungi satwa yang ada di Indonesia,” pungkasnya. (rizqan)
Editor: Abadi







