G7KAIH Terus Ditanamkan Kepada Tenaga Pendidik PAUD se-Kota Banjarmasin

Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, saat memberikan sambutan pada kegiatan pelatihan G7KAIH untum Guru PAUD
Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, saat memberikan sambutan pada kegiatan pelatihan G7KAIH untum Guru PAUD

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kota Banjarmasin. Program tersebut diharapkan bisa membangun fondasi karakter maupun kesehatan anak sejak usia dini.

Bertepatan momentum peringatan HUT ke-21 dan Jambore III Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Banjarmasin Tahun 2026, ratusan tenaga pendidik PAUD se-Kota Banjarmasin berkumpul dalam kegiatan Pelatihan Guru PAUD dalam penanaman serta penguatan implementasi G7KAIH.

G7KAIH dirancang sebagai acuan untuk pembentukan karakter, pola hidup bersih dan sehat, serta kemandirian anak sejak dini agar siap tumbuh menjadi generasi penerus yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia.

Hal ini turut disoroti Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani yang menyebut bahwa tantangan dalam mengasuh serta mendidik anak usia dini saat ini semakin kompleks. Untuk itu, ujarnya, penerapan G7KAIH kepada para pendidik dinilai cukup krusial.

“Melalui pelatihan ini, para guru diajak untuk mempraktikkan dan mengintegrasikan tujuh kebiasaan baik tersebut ke dalam metode pembelajaran harian di ruang kelas,” ungkapnya, Kamis (15/10/2026.

Baca Juga : Terdata 71 Kejadian Kebakaran Lahan, Banjarmasin Tak Masuk Penerima Banpres Karhutla

Baca Juga : Gegara Tak Kebagian Uang Menang Judi Slot, Tiga Pria di Banjarmasin Keroyok Teman hingga Tewas

Adapun pesan utama yang ditanamkan meliputi pembiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar makan makanan bergizi termasuk sayur dan buah, gemar membaca, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta tidur tepat waktu.

“Guru PAUD bukan sekadar pengajar, ia garda terdepan sebagai teladan anak-anak kita di sekolah. Dengan implementasi G7KAIH, ini jadi bentuk ikhtiar kita bersama sehingga anak-anak bisa menyerap kebiasaan positif,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, guru-guru PAUD juga berpartisipasi aktif dalam perlombaan Laskar HIMPAUDI sebagai ajang peningkatan kompetensi hingga sarana mempererat silaturahmi dan bertukar informasi antar guru PAUD.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan implementasi G7KAIH tidak berhenti pada ruang pelatihan saja, namun berlanjut menjadi gerakan masif yang melibatkan peran aktif orang tua, keluarga dan masyarakat pada umumnya,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran