MARABAHAN, klikkalsel.com – Kasus tenggelamnya dua siswa MTs Al Furqan beberapa waktu lalu saat kegiatan di kemah di kawasan UMB hingga kini masih dalam penanganan Polsek Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Meski penyelidikan terus berjalan, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus yang menewaskan dua siswa tersebut.
Kapolres Barito Kuala AKBP Susilawati mengatakan, penyidik masih mendalami keterangan sejumlah saksi yang telah diperiksa.
“Masih banyak saksi-saksi yang masih didalami. Rencananya kita gelarkan dulu secara internal,” ujarnya kepada awak media, Selasa (29/9/2026).
Susilawati mengungkapkan, hingga saat ini penyidik telah memeriksa sedikitnya 18 saksi untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian tersebut.
Baca Juga : Kemah Ceria Berujung Duka, Dua Siswa MTs Al Furqan Ditemukan Tenggelam di Kolam Area Kampus UMB
Baca Juga : Orang Tua Siswa yang Tenggelam Kecewa dengan Pihak MTs Al-Furqan dan Minta Polisi Usut Tuntas
Menurutnya, penanganan perkara dilakukan secara hati-hati, terutama dalam menentukan pihak yang nantinya dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum.
“Dalam penanganan penyelidikan, kami sudah memeriksa 18 saksi. Tentunya kami sangat hati-hati untuk menentukan tersangkanya. Makanya nanti akan dilakukan gelar perkara di Polres dan Polda,” jelasnya.
Gelar perkara tersebut nantinya menjadi bagian dari proses untuk menentukan arah penanganan kasus, termasuk memastikan apakah telah terpenuhi unsur pidana serta pihak yang dapat ditetapkan sebagai tersangka.
Polres Batola memastikan kasus tersebut menjadi perhatian serius. Penyidik masih mengumpulkan dan mencermati seluruh keterangan sebelum mengambil langkah hukum selanjutnya.
Hingga kini, polisi belum mengumumkan adanya pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tenggelamnya dua siswa MTs Al Furqan tersebut. (airlangga)
Editor: Abadi







