BANJARMASIN, klikkalsel.com – Dalam dua hari berturut-turut, dua anak dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat mandi di sungai. Kejadian ini terjadi di tengah kondisi sungai yang sedang dalam dan arus yang cukup deras akibat pasang air dalam beberapa waktu terakhir.
Pantauan di lapangan, tingginya debit air sungai dan genangan di sejumlah kawasan justru menarik minat anak-anak untuk mandi dan berenang, baik di sungai besar maupun sungai kecil di lingkungan permukiman. Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya, terlebih tanpa pengawasan orang dewasa.
Menanggapi kejadian tersebut, Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, Kompol Dading Kalbu Adie mengimbau, masyarakat agar lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya yang kerap bermain dan mandi di sungai.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar tetap berhati-hati dan waspada. Untuk orangtua yang memiliki anak, mohon lebih diperhatikan dan diawasi dengan ketat, terutama apabila anak-anak berenang atau mandi di sungai,” ujar Kompol Dading, Minggu (11/1/2026).
Baca Juga : Sepekan Terendam Banjir, Warga Sungai Gampa Mengaku Tak Tersentuh Bantuan
Baca Juga : Sekdes Gudang Hirang Klarifikasi Video Viral Bantuan Wagub Kalsel, Akui Salah Paham dan Minta Maaf
Menurutnya, kondisi sungai saat ini cukup berisiko karena kedalaman air meningkat dan arus bisa berubah sewaktu-waktu akibat pasang.
Hal tersebut sangat berbahaya bagi anak-anak yang belum memiliki kemampuan berenang yang baik.
“Air sedang pasang dan arus cukup deras. Ini sangat rawan menimbulkan kecelakaan, khususnya bagi anak-anak,” tegasnya.
Polairud Polresta Banjarmasin juga mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dan segera melarang anak-anak bermain di sungai tanpa pengawasan.
“Peristiwa tenggelamnya dua anak dalam waktu berdekatan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di tengah kondisi cuaca dan perairan yang belum stabil,” pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi





