BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kabut asap kian mengkhawatirkan di Kalsel. Langit biru Bumi Lambung sudah tidak tampak tertutup asap karhutla yang semakin parah, khususnya di Kota Banjarmasin, Jumat (9/10/2026).
Terpantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di empat wilayah Kalsel menembus angka ratusan hingga lebih dari 1.000. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara dalam kategori berbahaya.
Bagi warga yang memiliki gangguan pernapasan, kondisi ini menjadi ancaman serius. Salah satunya, Najhan warga Banjarmasin yang menderita asma.
Ia mengaku kabut asap tahun ini merupakan yang terparah sepanjang hidupnya. Kondisi tersebut membuatnya khawatir terhadap dampak paparan asap bagi kesehatannya.
“Kabut asap tahun ini sangat parah yang pernah saya alami seumur hidup. Saya penderita asma, khawatir,” ucapnya.
Najhan berharap pemerintah lebih serius menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga kabut asap tidak terus menyelimuti permukiman dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Baca Juga : Kabut Asap Masih Selimuti Kalsel: Awas! Ispa Bisa Memperparah Penderita Asma
Baca Juga : Bupati Tabalong Imbau Warga Gunakan Masker dan Jaga Kesehatan di Tengah Kabut Asap
“Jangan biarkan kami mati perlahan,” tegasnya.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada Jumat (9/10/2026) pukul 14.01, empat daerah di Kalsel masuk dalam daftar 10 wilayah dengan angka ISPU tertinggi.
Banjarmasin mencatat ISPU 1.021 dengan parameter PM10. Angka itu diikuti Kabupaten Barito Kuala sebesar 980 untuk PM10, Kabupaten Tabalong 938 untuk PM2.5, serta Kabupaten Hulu Sungai Selatan 673 untuk PM10..
Sementara itu, kabut asap masih menyelimuti Kota Banjarmasin. Di tengah kondisi tersebut, pengendara sepeda motor masih berlalu-lalang di jalan raya, meski jarak pandang terganggu oleh kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh wilayah kota sejak pagi. (rizqan)
Editor: Abadi







