Waspada! Indeks Potensi Radikalisme Kalsel Naik Secara Nasional, FKPT Soroti Kerentanan Gen Z

Ketua FKPT Kalsel, Dr. Ir. H. Muhammad Fauzi mengungkapkan Gen Z paling rentan terpapar paham radikalisme di era digital saat ini.

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ancaman radikalisme di Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan tren meningkat. Berdasarkan hasil penelitian terbaru, posisi Kalsel dalam Indeks Potensi Radikalisme (IPR) nasional naik lima peringkat, dengan Generasi Z menjadi kelompok yang dinilai paling rentan terpapar.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalsel, Dr. Ir. H. Muhammad Fauzi mengatakan bahwa posisi Kalimantan Selatan dalam peta kerawanan radikalisme nasional mengalami kenaikan peringkat. Data tersebut merupakan hasil perbandingan penelitian yang dilakukan pada 2022 dan 2024.

“Berdasarkan hasil penelitian, pada 2022 Kalimantan Selatan berada di peringkat 20 dari 34 provinsi. Pada 2024, posisinya naik ke peringkat 15,” ucapnya didampingi jajaran pengurus kepada awak media dalam kegiatan refleksi akhir tahun 2025 di Banjarmasin, Jumat (19/12/2025) sore.

Kenaikan lima peringkat ini menjadi perhatian bersama, mengingat secara skor terjadi peningkatan sekitar 1,2 poin. Meski provinsi dengan tingkat kerawanan tertinggi masih ditempati daerah lain seperti Banten dan Aceh, masuknya Kalsel ke 15 besar dinilai perlu diantisipasi secara serius.

Baca Juga : Polisi Periksa Seleb Tiktok Inisial F Karena Mirip Pemeran Video Syur Sesama Jenis

Baca Juga : Bejat, Pria di Banjarmasin Utara Tega Setubuhi Bocah Kelas 6 SD

FKPT Kalsel juga menyoroti pergeseran sasaran paparan paham radikal yang kini banyak menyasar generasi muda, khususnya Generasi Z.

“Hasil penelitian 2024 menunjukkan Gen Z menghabiskan hampir enam jam per hari di media sosial. Kondisi ini menjadi celah masuknya paham radikalisme melalui konten-konten tertentu,” jelasnya.

Sementara itu, untuk hasil penelitian IPR tahun 2025, FKPT Kalsel menyebutkan data tersebut belum dapat dipublikasikan karena masih dalam tahap pengolahan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Sepanjang 2025, FKPT Kalsel telah melaksanakan sejumlah program pencegahan terorisme bekerja sama dengan BNPT serta berbagai pemangku kepentingan daerah, mulai dari Kesbangpol, alim ulama, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan.

Beberapa kegiatan utama di antaranya program Bidang Perempuan dan Anak yang digelar di UIN Antasari, Bidang Pemuda, Agama, dan Media di Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), serta kegiatan penelitian terkait Indeks Risiko Terorisme (IRT) dan IPR.

Ketua Bidang Media Massa, Hukum, dan Hubungan Masyarakat, FKPT Kalsel, Zainal Helmie menyebut seluruh daerah memiliki tingkat kerawanan yang sama di era digital saat ini.

“Semua pihak harus waspada. Sebab penyebaran paham radikalisme dan terorisme merambah ke media sosial, berkaca kasus-kasus yang telah terjadi,” tegasnZainal Helmie yang juga sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel.,

Melalui refleksi akhir tahun ini, FKPT Kalsel berharap sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dapat semakin diperkuat pada 2026, guna memperluas upaya pencegahan terorisme di Kalsel. (rizqon)

Editor: Abadi