BANJARMASIN, klikkalsel.com – Aksi saling serang yang diduga melibatkan sejumlah anak di bawah umur terjadi di pinggir Jalan Antasan Kecil Barat, kawasan Kampung Arab RT 12, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Selasa (27/1/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 Wita. Peristiwa tersebut sempat terekam kamera CCTV warga dan viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak sekelompok anak-anak berlarian sambil membawa senjata tajam dan potongan kayu. Mereka saling mengayunkan senjata sambil berteriak, bahkan masuk ke gang-gang pemukiman warga.
Aksi tersebut sontak membuat warga sekitar panik dan merasa terancam, terlebih kejadian berlangsung saat sebagian besar masyarakat tengah terlelap tidur.
Ketua RT 14 setempat, Yani mengaku, sangat resah meski lokasi kejadian bukan berada langsung di wilayahnya. Ia menyebut kelompok remaja tersebut juga menggunakan sepeda motor dengan knalpot bising sambil membawa senjata tajam.
“Walaupun itu bukan wilayah kami, kejadian ini sangat meresahkan. Mereka melintas sambil pakai knalpot plong dan membawa sajam,” ujar Yani, Rabu (28/1/2026).
Ia memastikan bahwa kelompok yang terlibat bukan berasal dari lingkungan tempat tinggalnya.
Baca Juga : Viral Video Perkelahian di Pasar Lama, Polisi: Tembakan Peringatan untuk Bubarkan Massa yang Keluarkan Sajam
“Saya tidak tahu mereka kelompok dari mana, yang jelas itu bukan anak-anak kampung kami,” jelasnya.
Yani berharap pihak kepolisian segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak semakin meresahkan masyarakat.
“Kami berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini dan rutin melakukan patroli, supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Haikal, warga sekitar Kampung Arab. Ia menuturkan bahwa warga setempat masih berupaya menelusuri identitas para remaja yang terlibat bentrokan tersebut.
“Anak-anak yang bertikai itu bukan dari warga kami. Saat ini kami bersama warga masih mendalami dari mana mereka berasal dan bagaimana bisa masuk ke wilayah Kampung Arab,” ucap Haikal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan kasus tersebut. Warga berharap adanya peningkatan pengawasan, khususnya pada jam-jam rawan, demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. (airlangga)
Editor: Abadi





