BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pembenahan Kebun Binatang Mini Banjarmasin dan normalisasi sungai belakangan gencar dilakukan Pemerintah Kota. Namun, langkah itu justru memunculkan pertanyaan baru ketika jalan rusak, masih dikeluhkan warga.
Di tengah polemik penataan kota tersebut, kondisi jalan di sejumlah titik di Banjarmasin justru menuai sorotan. Warga menilai prioritas pembangunan belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Salah satu ruas yang dikeluhkan berada di Jalan Pekapuran Raya. Kerusakan di kawasan itu dikatakan bukan persoalan baru. Lubang menganga, aspal terkelupas, hingga genangan air saat hujan masih menjadi pemandangan sehari hari.
Lina, salah satu warga setempat, mengaku perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat tambal sulam dan tidak menyentuh akar masalah.
“Sudah tidak terhitung berapa kali diperbaiki. Tapi cuma ditambal saja. Sehari dua hari bagus, habis itu rusak lagi,” ujarnya, Jumat (12/2/2026).
Baca Juga : Anggaran BPJS Dipangkas, Pemko Malah Beli Mobil Listrik, Wakil Rakyat: Prioritas Saat ini Kesehatan
Baca Juga : Polresta Banjarmasin Siapkan Penutupan Arus Lalu Lintas saat Haul ke-6 Guru Zuhdi
Menurutnya kondisi jalan semakin parah setelah banjir besar merendam kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Minimnya sistem drainase membuat air tidak mengalir dengan baik ke sungai, sehingga genangan terus menggerus badan jalan.
“Setiap hujan pasti tergenang. Tidak ada saluran air yang memadai, jadi wajar saja jalannya cepat hancur,” jelasnya.
Kondisi ini dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan. Lubang yang tertutup air kerap tak terlihat oleh pengendara, terutama saat hujan deras atau banjir.
“Kalau jalan terendam, orang tidak tahu ada lubang. Pasti ada yang jatuh. Memang belum sampai ada korban meninggal, tapi ini tetap berbahaya,” tuturnya.
Selain itu ia juga membandingkan kondisi Jalan Pekapuran Raya dengan kawasan Kelayan yang dinilai memiliki kualitas jalan dan sistem drainase lebih baik.
“Kelayan jalannya bagus, drainasenya juga ada. Padahal Pekapuran Raya ini jalan alternatif dan aksesnya dekat ke luar kota. Kenapa tidak diperhatikan juga,” ungkapnya.
Lina pun mengungkapkan bahwa Pekapuran dan Kelayan sama-sama berada di wilayah Kota Banjarmasin. Namun hingga kini, perbaikan permanen dan menyeluruh di Pekapuran Raya belum terealisasi.
Bagi warga, persoalannya sederhana. Infrastruktur dasar seperti jalan yang aman dan sistem drainase yang layak dinilai jauh lebih mendesak dibanding proyek penataan yang sifatnya kosmetik.
“Jalan bagus dulu, baru bicara yang lain,” tutupnya.(fachrul)
Editor: Amran





