BANJARBARU, klikkalsel – Pagi ini BPBD bersama Satgas Karhutla Kalsel dan Dinas terkait mengadakan briefing di ruang rapat BPBD Kalsel di Banjarbaru, Jum’at (6/9/2019).
Briefing untuk mengambil langkah dan tindakan pencegahan kebakaran hutan lahan (Karhutla). Seba, dari hasil patroli pantauan BPBD Kalsel setiap hari terlihat sekitar 70 titik api di Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).
Baca Juga :Â 1.512 Personel Satgas Karhutla Siaga di Ring 1
Kabid Pencegahaan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Sahruddin menjelaskan, untuk peralatan patroli udara ada 6 buah helikopter yang sudah standbye ada di Bandara Syamsudin Noor, satu merupakan heli patroli dan lima heli water bombing.
“Insyaallah besok ada satu penambahan heli patroli, jadi total dua heli patroli dan lima heli water bombing,” ujarnya.
Penanganan satgas udara dengan heli water bombing diarahkan ke semua wilayah Kalsel yang rawan karhutla, namun kenyataannya di lapangan BPBD membatasi yang namanya wilayah ring 1 untuk pengamanan di Bandara Syamsudin Noor.
Ring 1 yang perlu diamankan prioritas utama terdiri dari 4 Kabupaten Kota Banjarbaru, Banjar, Tanah Laut, dan Barito Kuala.
“Kalau memang prioritas pertama tidak terdapat api, kita akan melakukan prioritas kedua dengan mengarahkan heli water bombing kesana,” kata Sahruddin.
Melihat beberapa hari kejadian kemarin daerah Banjarbaru banyak sekali titik api, daerah Liang Anggang terdapat lebih dari lima titik, juga di Kecamatan Gambut. Satgas udara begitu ada terpantau hasil patroli pagi langsung bergerak melakukan bombing, dua heli standbye disana.
Baca Juga :Â Anang Syakhfiani Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Cegah Karhutla
Kemudian Kabuaten Tapin meminta bantuan dan dikirimkan satu heli, siangnya BPBD menarik semua heli yang bekerja di daerah lain untuk fokus melakukan bombing di Wilayah Kota Banjarbaru. Dengan kesigapan satgas udara maupun darat berkonsentrasi akhirnya api berkurang.
“Sore kemarin kalau tidak dilakukan bombing dengan empat heli mungkin daerah sekitaran bandara akan menimbulkan asap tebal,” ujar Sahruddin.
Menyiasati musim kemarau, heli water bombing mengambil air dengan meminta izin kepada para pemiliknya di beberapa kolam besar seperti di kolam citra graha, danau cermin, juga ada sungai-sungai yang jauh dari permukiman.
Pengambilan air menyesuaikan tergantung permintaan bombing satgas darat, mereka menginfokan letak dari persediaan air.
(nuha)
Editor : Farid





