BANJARMASIN, klikkalsel.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet panjat tebing Indonesia di kancah internasional. Tiga atlet Merah Putih berhasil menembus tiga besar peringkat dunia World Climbing Series berkat konsistensi penampilan mereka dalam berbagai kompetisi internasional.
Ketiga atlet tersebut yakni Putra Tri Ramadani alias Srondeng, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan Raharjati Nursamsa.
Melansir laman resmi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), fpti.or.id, Selasa (27/10/2026), Putra Tri Ramadani menjadi atlet Indonesia dengan posisi tertinggi setelah menempati peringkat kedua dunia World Climbing Series.
Atlet yang akrab disapa Srondeng itu berhasil mengumpulkan 4.175 poin, hanya terpaut 645 poin dari pemuncak klasemen asal Jepang, Neo Suzuki, yang mengoleksi 4.820 poin.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati atlet Spanyol, Alberto Gines Lopez, dengan raihan 3.455 poin.
Keberhasilan Srondeng menembus posisi kedua dunia menjadi bukti kemampuannya bersaing dengan atlet-atlet papan atas internasional.
Tak hanya Srondeng, prestasi membanggakan juga datang dari sektor speed putri melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi.
Atlet andalan Indonesia tersebut berhasil menduduki peringkat ketiga dunia World Climbing Series setelah mengumpulkan 3.450 poin.
Baca Juga : Atlet Panjat Tebing Indonesia Desak Made Bawa Pulang Emas di Asian Games 2026
Baca Juga : Dua Atlet Panjat Tebing Kalsel Dipanggil Seleksi Pelatnas
Desak berada di bawah atlet Amerika Serikat, Emma Hunt, yang memimpin klasemen dengan 4.441 poin, serta Polina Khalkevych dari Ukraina yang menempati posisi kedua dengan 3.620 poin.
Persaingan ketat juga terjadi pada kategori speed putra. Atlet Indonesia, Raharjati Nursamsa, berhasil mengamankan peringkat ketiga dunia dengan koleksi 3.810 poin.
Posisi puncak ditempati Yicheng Zhao dari Tiongkok dengan 4.485 poin, disusul Ryo Omasa asal Jepang yang mengoleksi 4.290 poin.
Menariknya, Indonesia juga menempatkan satu atlet lainnya di posisi empat besar kategori speed putra.
Antasyafi Robby Al Hilmi berada tepat di bawah Raharjati dengan mengumpulkan 3.789 poin. Selisih keduanya hanya 21 poin.
Dengan demikian, Indonesia memiliki dua wakil yang bersaing ketat di jajaran empat besar dunia kategori speed putra.
Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan kekuatan panjat tebing Indonesia yang mampu bersaing di level internasional, baik pada nomor lead maupun speed.
Keberhasilan tiga atlet menembus podium peringkat dunia World Climbing Series juga menjadi modal positif bagi Indonesia untuk terus meningkatkan prestasi pada berbagai kejuaraan internasional mendatang. (airlangga)
Editor: Abadi







