Terendam Banjir, Warga Jejangkit Pasar Terisolasi dan Aliran Listrik Padam

MARABAHAN, klikkalsel.com – Banjir yang merendam Desa Jejangkit Pasar, Kabupaten Barito Kuala, tak kunjung surut. Sudah hampir dua pekan lamanya, air menggenangi permukiman warga hingga melumpuhkan aktivitas sehari-hari.

Kondisi kian memprihatinkan setelah dalam dua hari terakhir aliran listrik padam, membuat warga semakin terisolasi dan kesulitan berkomunikasi untuk meminta bantuan.

Genangan air tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menutup akses jalan utama desa. Jalan yang biasanya menjadi urat nadi pergerakan warga kini tak bisa dilalui kendaraan roda dua, lantaran ketinggian air bervariasi hingga mencapai sekitar setengah meter.

“Sudah hampir dua minggu rumah dan desa kami terendam. Dua hari terakhir ini listrik padam, kami benar-benar kesulitan. Mau menghubungi keluarga atau minta bantuan juga susah,” ujar Sairi, warga Jejangkit Pasar, saat menghubungi, Senin (12/1/2026).

Akibat kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat di daerah Banjarmasin. Namun, tak sedikit pula yang memilih bertahan di rumah masing-masing meski harus hidup dalam kondisi serba terbatas.

“Sebagian warga mengungsi, tapi ada juga yang bertahan karena tidak punya tempat lain. Bertahan di rumah,” jelas Sairi.

“Kalau ditinggal juga takut kemalingan, ini warga untuk mengisi daya hp saja pakai genset di tempat orang,” lanjutnya.

Baca Juga : Presiden Prabowo ke Kalsel: Jalan Trikora Ditutup Sementara dan Angkutan Berat Dialihkan, Cek Waktunya!

Baca Juga : Wagub Kalsel Sebut Sekolah Rakyat Solusi Nyata Atasi Anak Putus Sekolah

Banjir juga berdampak langsung pada roda perekonomian warga. Mayoritas masyarakat Jejangkit Pasar menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Namun, dengan lahan yang terendam dan akses terputus, aktivitas ekonomi praktis lumpuh total.

“Ekonomi warga lumpuh. Rata-rata di sini petani, tapi sawah terendam, mau kerja juga tidak bisa. Kami hanya bisa menunggu,” keluhnya.

Sairi menyebut banjir yang melanda desanya bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, genangan air seperti ini sudah menjadi agenda tahunan yang terus berulang tanpa solusi tuntas.

Warga pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memberikan solusi jangka pendek, setidaknya untuk mengurangi genangan air agar aktivitas warga bisa kembali berjalan.

“Kami berharap ada solusi nyata dari pemerintah. Jangan sampai setiap tahun kami terus kebanjiran seperti ini. Minimal ada langkah cepat agar air tidak terus menggenang,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi