Terendam Banjir, Jalan Ray 5 Tebing Rimbah Semakin Rusak dan Berlobang hingga Membahayakan

Jalan Ray 5 Tebing Rimbah, Kecamatan Mandastana Kabupaten Batola yang kondisinya rusak berlubang akibat terendam banjir

MARABAHAN, klikkalsel.com – Banjir yang telah merendam Desa Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola) hampir dua pekan terakhir tak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga meninggalkan persoalan serius pada infrastruktur desa.

Jalan utama dan jalan lingkungan di wilayah tersebut kini mengalami kerusakan parah. Genangan air yang bertahan sejak awal Januari 2026 membuat badan jalan berlubang di banyak titik, sehingga membahayakan keselamatan warga, terutama saat berkendara di tengah genangan air.

Tak sedikit warga dilaporkan terjatuh akibat terperosok lubang jalan yang tertutup air.

Warga Ray 5 Tabing Rimbah, Suparman, mengatakan banjir mulai menggenangi wilayahnya sejak 1 Januari 2026 dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Hingga kini air belum sepenuhnya surut, meski debitnya mulai berangsur menurun.

“Banjirnya sudah hampir dua minggu. Air memang mulai turun, tapi dampaknya ke jalan makin terasa. Jalan jadi rusak, berlubang, batunya berhamburan. Sudah ada dan banyak warga yang jatuh saat melintas,” ungkapnya.

Baca Juga : Warga Sungai Rangas Ulu Bersyukur Terima Bantuan: Hasnuryadi Ajak Semua Pihak Peduli Banjir

Baca Juga : Gubernur Kalsel Bersama Habib Jindan Ajak Masyarakat Banua Tingkatkan Kualitas Salat serta Ibadah

Menurut Suparman, kerusakan jalan tersebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga, mulai dari bekerja hingga melintas untuk keluar desa. Kondisi ini diperparah karena lubang jalan sulit terlihat saat masih tergenang air.

Pengendara atau warga saat menerobos jalan Ray 5 Tebing Rimbah, Kacamatan Mandastana Kabupaten Batola yang rusak dan berlubang ditengah kondisi banjir

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan, tidak hanya memperbaiki jalan yang rusak, tetapi juga mencari solusi jangka panjang agar banjir tahunan tidak terus berulang.

“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Sejak 2019, banjir seperti ini hampir terjadi setiap tahun,” tuturnya.

Warga ingin ada solusi agar kedepan tidak terus berdamai dengan kondisi tersebut. Hingga kini, warga masih berupaya bertahan di tengah kondisi banjir sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.

“Mudahan ada perhatian cepat dari pemerintah,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi