Menurutnya jadwal puasa akan sama dengan penetapan pemerintah yang menggunakan metode Rukyatul Hilal atau melihat bulan. Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menetapkan secara resmi awal Ramadan dalam sidang Isbat pada hari ditetapkan sebagai ijtimak, biasanya sehari menjelang penetapan.
“Jadi Insya Allah karena bulannya itu tinggi 3 derajat maka akan sama dengan pemerintah. Sebab pemerintah memakai Rukyatul Hilal, melihat bulan dan bila di atas dua derajat, bulan itu dapat dilihat. Nah pada hari Senin (12 April) malam selasa bulan pada 3 derajat, jadi oleh pemerintah itu terpenuhi,” prediksi berdasarkan metode hisab.
Terkait dengan Salat Tarawih berjamaah, DPW Muhammadiyah Kalsel belum menentukan sikap. Apakah akan sama seperti tahun sebelumnya yaitu tak menggelar Salat Tarawih secara berjamaah.
Pasalnya, hingga saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi khususnya di Kalimantan Selatan. Bahkan angka kasus penularan masih terus meningkat, meski program vaksinasi telah berjalan.
“Untuk itu dewan pimpinan wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan masih menunggu arahan pimpinan pusat. Tapi saat ini shalat berjamaah digelar di seluruh masjid dan mushalla dengan menerapkan protokol kesehatan ketat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PWNU Kalsel, Nasrullah menerangkan pihaknya untuk menentukan awal Ramadhan masih menunggu Rukyatul Hilal dan juga sidang Isbat bersama pemerintah dan juga seluruh organisasi Islam termasuk Muhammadiyah. Rukyatul Hilal sendiri memang sudah umum dilaksanakan oleh Nahdatul Ulama (NU) yang merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.
Baca Juga : Bulog Kalsel Ungkapkan Stok Bahan Pokok Aman Hingga Ramadhan
“NU secara umum melakukan Rukhyatul Hilal. Rukhyat artinya melihat bulan dengan kasat mata. Maka disitulah, kita memulai ibadah puasa atau awal bulan suci Ramadhan. Selain itu, kami mengikuti pemerintah dengan sidang Isbat,” tandasnya. (rizqon)
Editor: Abadi






